Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,BUKAN AKU KALAH, TAPI KARENA AKU MEMILIH UNTUK MENYELAMATKAN HARGA DIRIKU.

11
×

CERPEN,BUKAN AKU KALAH, TAPI KARENA AKU MEMILIH UNTUK MENYELAMATKAN HARGA DIRIKU.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 20 MEI 2026

Setiap kali jarum jam dinding berdentang melewati angka dua belas malam,Mawar selalu meyakinkan dirinya sendiri bahwa suaminya, Sandy, sedang berjuang demi masa depan mereka. Dua tahun terakhir, Sandy berubah menjadi pria yang sangat sibuk. Lembur, perjalanan dinas, dan rapat mendadak menjadi menu percakapan sehari-hari.

Mawar, dengan segala ketulusan dan keluguannya, selalu menyambut Sandy dengan senyuman hangat, meski makan malam yang ia masak dengan cinta telah mendingin di atas meja.Namun, sepandai-pandainya menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga.

Malam itu, sebuah notifikasi pesan di ponsel Sandy yang tertinggal di meja makan membuka tabir hitam yang selama ini tertutup rapat.“Terima kasih untuk makan malamnya, Sayang. Anak-anak rindu kamu main ke rumah lagi.”Pesan itu datang dari sebuah nama wanita, Aminah.

Seorang janda beranak dua yang tinggal di pinggir kota. Malam itu juga, dunia Mawar runtuh. Lewat penyelidikan mandiri yang menyakitkan,Mawar menemukan fakta yang meremukkan jantungnya, Sandy telah membagi raga, waktu, dan nafkahnya bersama Aminah selama dua tahun penuh.

Dua tahun penuh sandiwara, di mana Sandy berpura-pura menjadi suami yang kelelahan bekerja, padahal ia sedang merajut bahagia di atas penderitaan istrinya.Saat Sandy pulang keesokan harinya, tidak ada lagi senyuman di wajah Mawar.

Di atas meja makan, bukan hidangan hangat yang menyambut Sandy, melainkan tumpukan cetakan bukti obrolan, foto-foto, dan sebuah map tebal berwarna kuning.Sandy membeku, Wajahnya pias.

Pria yang biasanya berwibawa itu langsung bersimpuh di kaki Mawar, menangis dan memohon kesempatan kedua. Aku khilaf,Mawar, Itu tidak berarti apa-apa.

Tolong maafkan aku,” ratapnya, Mawar menarik kakinya menjauh. Air matanya sudah habis sejak semalam.Dua tahun bukan khilaf, Sandy Itu pilihan sadar yang kau lakukan setiap hari, setiap jam, dan setiap detik saat kau membohongiku,” ucap Mawar,suaranya bergetar namun terdengar sangat dingin.

Mawar menyerahkan map kuning tersebut. Di dalamnya terdapat surat gugatan cerai yang sudah ditandatanganinya. Bagi Mawar, kesetiaan adalah harga mati.

Ia menolak hidup dalam bayang-bayang nista dan kepalsuan. Dua tahun dicurangi sudah lebih dari cukup untuk membuat hatinya mati rasa.Pergilah kepadanya,Dia yang kau puja, dia yang kau beri waktu saat aku kesepian di rumah ini. Hari ini, aku melepaskanmu.

Bukan karena aku kalah, tapi karena aku memilih untuk menyelamatkan harga diriku,tegas Mawar.Sandy hanya bisa tertunduk lesu, memegangi map kuning yang menandai akhir dari pernikahan mereka.
Mawar melangkah pergi dari ruangan itu dengan dada yang terasa lapang, siap menjemput kedamaiannya kembali.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *