NURJATINEWS.COM – KARAWANG 23 MEI 2026
Perahu ini pecah, berkeping diterjang badai,Dihantam gelombang keraguan yang tak kunjung usai.Bangkai mimpi terdampar di pantai sepi,Menyisakan tanya, haruskah semua ini berhenti.
Namun lihatlah ke dalam diri,Masih ada sisa cinta yang bersemi.Menolak tunduk pada kepatahan hati,Menyulut bara semangat untuk kembali.
Mari kita kumpulkan serpihan kayu yang basah,Merangkainya perlahan, mengabaikan lelah.Membentuk kembali lambung perahu dengan doa,Menjahit layar robek dengan benang kesetiaan jiwa.
Biarlah masa lalu menjadi ombak yang mendewasakan,Kini kita nahkoda di atas samudera kehidupan.Berlayar lagi menuju cakrawala yang baru,Membawa cinta yang utuh, dan perahu yang telah menyatu.
Kini kayu yang basah telah mengering sempurna,Perahu kita kokoh, siap menantang samudra.Bukan lagi tentang bertahan dari luka yang lama,Tapi tentang merayakan arah yang sama.
Di atas dek ini, kutatap matamu yang tenang,Menghapus sisa trauma yang sempat membayang.Kamu bukan sekadar teman dalam pelayaran,Tapi kompas utama di setiap persimpangan.
Akhirnya, badai benar-benar telah reda,Menuntun kita pada takdir yang berbeda.Aku tidak lagi berlayar dalam sepi dan sia-sia.Sebab di sisiku, telah berdiri pendamping yang setia.
(By Vandamme)



