NURJATINEWS.COM – KARAWANG 23 MEI 2026
Di bawah temaram senja Karawang yang syahdu,Berdiri seorang lelaki bergelar duda,Setahun sudah langkahnya terpadu,Menjalin kasih bersama dua janda.
Satu elok bagai bunga di taman,Lembut tutur kata penyejuk lara,Menjadi tempat berbagi kenyamanan,Mengusir sepi yang sempat menderu dada.
Satunya lagi laksana angin malam,Penuh pesona dan kehangatan nyata,Menemani hari hingga larut kelam,Memberi warna dalam indahnya cerita.
Satu tahun bukan waktu yang singkat,Bagai biduk mengarungi dua muara,Duda itu terjebak dalam rasa yang pekat,Membagi cinta di antara dua pesona.
Keduanya datang membawa pelipur,Menghapus duka masa lalu yang kelam,Namun hatinya kini mulai terbentur,Pada janji yang harus ia pilih di ujung malam.
Apakah ini takdir atau sekadar ujian,Bagi sang duda yang dikelilingi bidadari?Setahun berjalan penuh teka-teki harian,Menunggu masa untuk berlabuh sendiri.
Dua hati, satu cinta yang terbagi,Menjadi saksi perjalanan rasa,Kisah sang duda di bumi pertiwi,Merajut asmara bersama dua janda.
Dua tahun sudah biduk dikayuh,Mengarungi ombak di dua muara,Namun kini dayung pun rapuh,Kisah asmara berakhir lara.
Satu per satu bunga pun layu,Pesona malam berganti sepi,Tiada lagi bisikan rayu,Kedua janda telah pergi.Satu menjauh mencari kepastian,Enggan berbagi hati yang terluka,Satunya lagi memilih merelakan,Sadar cinta ini penuh dilema.
Dua tahun manis kini terhenti,Meninggalkan duda di persimpangan jalan,Ruang asmara kembali sunyi,Hanya tersisa bayang kenangan.
Ia terduduk di malam yang dingin,Menatap langit penuh penyesalan,Membagi cinta pada hembusan angin,Kini berujung pada kehilangan.
Tamat sudah cerita dua tahun,Kisah duda dan dua kekasihnya,Kini langkahnya kembali berayun,Sendiri lagi menyatukan sisa hatinya.
(By Vandamme)



