Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,DUA TAHUN PENANTIAN DALAM DIAM DAN RASA MALU ITU BERBUAH MANIS.

16
×

CERPEN,DUA TAHUN PENANTIAN DALAM DIAM DAN RASA MALU ITU BERBUAH MANIS.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 19 MEI 2026

Sore itu, senja di taman kota berwarna jingga sempurna, Rodiah sedang duduk di bangku kayu biasa, menggenggam erat cangkir kopi kertasnya yang mulai mendingin.Di sampingnya, Sandi duduk dengan jarak yang sopan.

Sudah dua tahun lamanya momen seperti ini menjadi rutinitas mereka,Rodiah adalah seorang janda yang berpisah dengan suaminya karena bercerai beberapa tahun lalu. Sementara Sandi adalah seorang duda yang ditinggal pergi sang istri demi pria lain.

Kesamaan nasib sebagai jiwa yang pernah retak dan patah membuat mereka dekat. Namun bagi Rodiah, getaran di dadanya sudah jauh melampaui batas persahabatan. Ia jatuh cinta pada keteduhan Sandi.

Sayangnya, status sebagai janda membuat Rodiah didera rasa malu yang luar biasa. “Apakah pantas wanita sepertiku meminta cinta lagi? Bagaimana kalau dia mengira aku terlalu agresif? bisik hatinya setiap malam.

Selama dua tahun penuh,Rodiah memilih memendam rasa itu rapat-rapat dalam doa,namun, waktu dua tahun mengubah segalanya.Rodiah lelah bersembunyi di balik bayang-bayang masa lalu.

Sore itu, saat angin berembus agak kencang,Sandi dengan refleks melepaskan jaketnya dan menyampirkan nya ke bahu Rodiah.Tindakan kecil yang penuh perhatian itu meruntuhkan pertahanan Rodiah.

Jantungnya berdegup kencang, Ia tahu, jika ia tidak bicara sekarang, ia mungkin akan kehilangan Sandi selamanya.Mas Sandi, panggil Rodiah, suaranya sedikit bergetar.

Sandi menoleh, menatapnya dengan mata teduh yang selalu menenangkan. Ya,Darwati? Ada apa? Rodiah menarik napas panjang, mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa di lubuk hatinya.

Dua tahun ini… aku menyimpan sebuah rasa,Aku tahu kita sama-sama pernah patah dan terluka oleh masa lalu.Tapi aku tidak bisa bohong lagi. Mas, aku… aku mencintaimu.”Sunyi menyergap.

Rodiah langsung menunduk dalam-dalam, Wajahnya memerah karena malu, dan tangannya gemetar. Ia bersiap untuk penolakan atau suasana canggung yang akan setelah ini.

Detik demi detik terasa seperti keabadian,Tiba-tiba,Rodiah merasakan sentuhan hangat di jemarinya.Sandi menggenggam tangannya dengan lembut.

Saat Rodiah mendongak, ia terkejut melihat senyuman lebar di wajah pria itu. Matanya berkaca-kaca,Rodiah kata Sandi dengan suara berat yang emosional.

Kamu tahu betapa lamanya aku menunggu kalimat itu keluar dari bibirmu? Rodiah tertegun. “Maksud, Mas? Aku juga mencintaimu sejak lama,” pengakuan Sandi membuat jantung Rodiah melonjak bahagia.

Tapi statusku sebagai duda membuatku takut bersikap lancang. Aku takut kamu belum siap membuka hati setelah bercerai dengan mantan suamimu.Jadi, aku memilih menunggumu.

Air mata Rodiah luruh, namun kali ini bukan karena kesedihan,Itu adalah air mata kebahagiaan dan kelegaan yang luar biasa.Dua hati yang lama mengunci diri, akhirnya menemukan kunci yang tepat.

Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Tanpa proses pacaran yang berbelit-belit,Sandi datang menemui orang tua Rodiah untuk melamar.

Dua keluarga yang sama-sama tahu arti kehilangan, menyambut rencana pernikahan ini dengan penuh rasa syukur.Tiga bulan setelah sore yang bersejarah itu, sebuah akad nikah yang sederhana namun khidmat digelar.

Rodiah tampil anggun dengan kebaya putih, sementara Sandi tampak gagah dengan jasnya.Saat kalimat “Saya terima nikahnya…” selesai diucapkan Sandi dalam satu tarikan napas, air mata bahagia kembali menetes di pipi Rodiah.

Di hadapan saksi dan keluarga, mereka resmi menjadi sepasang suami
istri.Masa lalu yang kelam kini telah selesai. Dua tahun penantian dalam diam dan rasa malu itu berbuah manis.

Di atas pelaminan, janda dan duda itu kini telah bertransformasi menjadi sepasang pengantin baru yang siap merajut sisa hidup bersama dalam rumah tangga yang penuh berkah.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *