NURJATINEWS.COM – KARAWANG 03 JULI 2026
Aku datang dari Pemalang bawa ketulusan,Bukan untuk kau injak dengan pengkhianatan.Dua puluh lima tahun ku bangun tiang kesetiaan,Kau hancurkan demi wanita simpanan.
Ingat, aku Dariah, bukan wanita lemah,Cintaku sedingin es gunung yang kau patahkan.Kini menjelma badai yang siap meruntuhkan,Semua kemewahan gedung yang kau banggakan.
Kau kontraktor, tapi otakmu runtuh,Menukar perak pernikahan dengan sampah.Napas belas kasihku sudah habis membeku,Pergilah bersamanya, hiduplah dalam rapuh.
Udara dingin ini tak lagi membawakan rindu,Hanya menyisakan amarah yang membakar kalbu.Aku Dariah, akan berdiri sekokoh batu,Melihat kau hancur bersama khianatmu.
Dua tahun lalu, gugatan cerai itu menjadi palu,Memutus rantai khianat yang mengikat pergelangan kakiku.Aku, Dariah, telah menutup buku cerita yang kelam,Meninggalkan puing-puing Tangerang dalam sunyi malam.
Kini udara pegunungan Pemalang kembali berembus murni,Membersihkan sisa racun dan sesak di dalam dada ini.Perpisahan selamanya adalah gerbang menuju merdeka,Bukan lagi wanita yang meratap karena cinta yang cedera.
Dua puluh lima tahun runtuh, tapi aku tidak ikut hancur,Langkahku kini ringan, menatap masa depan yang luhur.Kau runtuh bersama ego dan selingkuhan yang kau puja,Sedang aku kembali berdiri sekokoh puncak yang bersahaja.
Napasmu tak lagi kuhirup, bayangmu telah menguap,Dariah yang dulu terluka, kini terbang tinggi dan tegap.Selamat tinggal masa lalu yang penuh dengan kepalsuan.Aku pulang ke pelukan damai, dalam pelukan kebebasan.
(By Vandamme)



