NURJATINEWS.COM – KARAWANG 19 JUNI 2026
Di atas panggung bambu malam ini,Kaki melangkah lincah menggoda hati.Selendang merah melambai ke udara,Menebar pesona memukau mata.
Engkau menari dengan gemulai,Irama kendang berpadu gemulai.Berstatus janda bukan penghalang,Pesonamu bak kembang yang sedang mekar, harum terbilang.
Lihatlah di tepi panggung, para kumbang terpana,Sekumpulan duda menatap penuh makna.Ada rasa yang diam-diam menggebu,Berharap bisa menyunting sang ratu.
Setiap kibasan sampur, setiap lirikan mata,Membuat para lelaki tua menelan ludah dada.Mereka berebut tempat, menebar senyum paling manis,Mencari celah di hati sang penari yang manis.
Oh, penari jaipong pujaan hati,Goyang pinggulmu membius sepi.Menjadi rebutan para duda yang merana,Terpikat janda kembang yang tiada duanya.
Tiga tahun berlalu sudah,Panggung bising kini telah mereda.Selendang merah tersimpan rapi di lemari,Tak ada lagi mata duda yang mencari-cari.
Kini sang penari telah menemukan dermaga,Seorang lelaki tulus pembawa bahagia.Bukan lagi rebutan di bawah lampu temaram,Kini hidupnya teduh, jauh dari riuh malam.
Tarian lincah berganti langkah seirama,Membangun rukun di bawah atap yang sama.Hati yang dulu sempat bimbang dan sepi,Kini dipenuhi damai yang hakiki.
Duda-duda lalu kini tinggal cerita lama,Kalah oleh ia yang datang membawa setia.Sang mantan janda kembang hidup tentram,Meniti hari dengan senyum yang mendalam.
(By Vandamme)



