Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

MESKI HATI INI KEMBALI PERIH, INI AKHIR DARI PERPISAHAN BATIN YANG PANJANG INI

0
×

MESKI HATI INI KEMBALI PERIH, INI AKHIR DARI PERPISAHAN BATIN YANG PANJANG INI

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 16 JUNI 2026

Satu atap kita bernaung,Satu pintu kita lalui,Namun dinding tak kasatmata memancung,Menyekat dua hati yang mati,Lima tahun berjalan sunyi,Kita berbagi ruang tanpa kata.

Bukan lagi sejiwa yang berjanji,Hanya dua asing didera lara.Mata kita tak lagi bertatap,Hanya lantai yang menjadi saksi,Saat malam semakin senyap.

Perpisahan batin telah mengeksekusi,Fisik kita masih berdekatan.Namun jiwa melangkah menjauh,Menanti waktu menghapus ikatan.Dalam rumah yang lama runtuh.

Pintu tertutup rapat,Kita memilih sekat,Satu rumah kini bersekat dua.Menampung asingnya kita,Lima tahun dalam ragu,Rasa galau terus memburu.

Haruskah bertahan dalam pilu,Atau melepas rindu yang lalu.Kini aku memilih pasrah,Pada cinta yang menyerah.

Biarlah dinding ini saksinya,Kita berpisah sebelum waktunya.Dua tahun berlalu dalam sepi,Kini jawaban itu datang juga.

Bukan lagi sekadar sekat dinding ini,Tapi kata pisah yang akhirnya kau bawa.Kau bilang kau telah menemukan pengganti,Jiwa baru yang mengisi ruang kosongmu.

Sementara aku di sini masih mengobati,Sisa galau dan runtuhnya harapanku.Lima tahun menanti dalam pasrah,Dua tahun terkunci di kamar berbeda.

Kini tak ada lagi yang perlu diarah,Lepas sudah sekat yang menyiksa kita.Pergilah bersamanya yang kau pilih,Biarlah kututup pintu rumah yang mati.Meski hati ini kembali perih,Ini akhir dari perpisahan batin yang panjang ini.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *