NURJATINEWS.COM – KARAWANG 16 JUNI 2026
Seperti hembusan angin malam yang datang tanpa suara,Rasa ini tumbuh lembut di balik kubikel meja.Aku, wanita yang pernah terluka, kini kembali mengeja,.
Arti rindu pada senyummu, wahai duda yang bersahaja.Dua tahun lamanya kita terjebak rutinitas kota,Dikejar tenggat waktu, laporan, dan target swasta.
Setiap hari kita berpapasan di koridor penuh tawa,Namun bibirku terkunci, menyimpan rasa sedalam semesta.Angin membawa sejuk, bisikkan cinta yang lama tertunda.
Di antara lelah kerja, bayangmu selalu buatku reda.Kini biarkan rasa ini terbang bebas, tak lagi ada jeda.Bahwa di hatiku, kamulah pelabuhan yang sesungguhnya.
Dua tahun kembali berlalu dalam hembusan angin yang sama.Empat tahun genap sudah kita berteman dalam diam dan nama.Di antara lembar laporan swasta dan target yang menyita.
Akhirnya keberanian itu datang bersama ketulusan rasa.Di koridor kantor yang biasa, kuhentikan langkah kaki kita,Kubisikkan kata cinta yang empat tahun lamanya tercipta.
Angin sore berhembus lembut menyapu segala ragu dan luka,Saat matamu menatapku, membawa senyum yang paling terbuka.
Cintaku kau terima dengan hangat, mengakhiri sebuah penantian.Duda dan janda yang kini menyatu dalam satu tujuan,Bukan lagi sekadar rekan kerja di balik meja kesibukan.Kini kita melangkah bersama, menuju masa depan penuh kebahagiaan.
(By Vandamme)



