NURJATINEWS.COM – KARAWANG 04 JUNI 2026
Di senja yang jingga, kita sering bersua,Dua hati yang pernah retak dan patah, merajut sisa-sisa makna.Aku si janda dengan masa lalu yang membisu,Dan engkau sang duda, pria teduh yang mengobati pilu.
Ada getar yang tak biasa menyusup di dada,Setiap kali matamu memandang dan menyapa Ingin rasanya bibir ini berbisik mesra.Mengatakan bahwa aku jatuh cinta kepadamu, duda,Namun lidahku kelu, tertahan oleh ragu.
Malu rasanya mengutarakan rindu,Apakah pantas janda sepertiku kembali meminta cinta?.Takut ku ungkap kan, malah membuat luka lama menganga,Kita sama-sama pernah mengarungi badai rumah tangga.
Mengetahui betapa beratnya kehilangan dan kecewa,Maka biarlah rasa ini ku dekap dalam diam.Menjadi rahasia hati yang tak tersentuh kelam,Jika semesta berkehendak menyatukan kita.
Semoga ia sampaikan lewat doa-doa tanpa kata,Sebab cinta sejati tak selalu harus terucap manja.Cukuplah rasa ini mengalir, dari janda untuk sang duda.
Dua musim gugur dan dua tahun telah berlalu,Membawa pergi segala ragu yang dulu membelenggu.Aku tak lagi ingin menjadi bunga yang enggan mekar,Sebab di dekatmu, duda teduh ku, jiwaku terasa tegar.
Hari ini ku tepis semua rasa malu yang menyiksa,Mengumpulkan sisa keberanian di ujung dada.Kulihat matamu, tempat rinduku selama ini bersandar.
Dan kuucapkan kalimat yang lama tertahan samar”Aku mencintaimu,” bisikku memecah sunyi.Bukan lagi sekadar doa rahasia di sepertiga malam sunyi,Janda ini akhirnya menyerah pada takdir yang nyata.
Bahwa hidupku ingin ku lalui bersamamu, wahai sang duda,Dua tahun kusimpan rasa ini rapat-rapat dalam diam.Kini kubuka lembaran baru, menghapus masa lalu yang kelam.
Aku sudah siap untuk mendampingi mu merajut kembali sisa cerita,Mari kita sembuhkan hati yang pernah luka,membangun rumah tangga penuh cinta.
(By Vandamme)



