Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

BANGUNLAH ISTANA YANG MEGAH, DOA IBUMU SELALU MENGALIR TANPA PERNAH BERAKHIR.

0
×

BANGUNLAH ISTANA YANG MEGAH, DOA IBUMU SELALU MENGALIR TANPA PERNAH BERAKHIR.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 04 JUNI 2026

Di balik kerudung yang mulai pudar warnanya,Kutatap langkahmu menapaki dunia yang fana.Dulu, tangismu adalah doaku di sepertiga malam,Kini, tawamu adalah embun penyejuk hati yang dalam.

Sendiri aku memikul beban hari-hari,Menjahit koyak asa demi masa depanmu nanti.Tak ada lelah yang ku keluhkan pada semesta,Asalkan kelak kau tumbuh dengan tegar dan bahagia.

Lihatlah dirimu kini, berdiri tegak penuh pesona,Menjemput mimpi dengan senyum penuh makna.Langkah kakimu adalah jejak perjuanganku yang nyata,Buah dari kesabaran yang berbalas rahmat-Nya.

Air mataku bukanlah lagi tentang duka yang lara,Melainkan haru melihatmu hidup dalam sejahtera.Bahagiamu, anakku, adalah mahkota terindahku,Bukti bahwa cinta seorang ibu tak pernah mengenal waktu.

Perjalananku mungkin telah sampai di ujung senja,Namun melihatmu bahagia, sempurna sudah arti hidupku di dunia.Perjalanan seorang ibu tunggal memang penuh dengan liku, namun kebahagiaan dan kesuksesan sang anak adalah hadiah terbesar yang tak ternilai harganya.

Kini langkahmu tiba di gerbang yang baru,Di bawah tarup indah dan untaian restu.Kau yang dulu kecil dalam dekapan sepi,Hari ini bersanding, menggenapi janji suci.

Kulihat jemarimu digenggam jiwa pilihan,Melangkah bersama menuju masa depan.Setelan indahmu menyapu sisa laku lampau,Menghapus payahku yang dulu terasa parau.

Air mataku jatuh, namun bukan karena lara,Ini puncak syukur dari janda yang mengasuh laskar semesta.Tugas tunggalku kini telah purna dan genap,Melepasmu berpijak di bawah langit yang mantap.

Titipanku pada sang pengganti penuntun langkahmu,Cintai ia sepertiku menjaga detak jantungmu.Bahagialah anakku, bangunlah istana yang megah,Doa ibumu akan selalu mengalir tanpa pernah berakhir.Di sudut pelaminan ini,aku tersenyum bahagia,Melihatmu menikah, sempurnalah sudah seluruh perjuanganku di dunia.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *