Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

HANYA STATUS ONLINE YANG TIMBUL TENGGELAM,MENINGGALKAN JANDA PEMALU DALAM CEKAM.

13
×

HANYA STATUS ONLINE YANG TIMBUL TENGGELAM,MENINGGALKAN JANDA PEMALU DALAM CEKAM.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 10 JUNI 2026

Di balik jendela kaca yang berdebu,Aku selalu mencuri pandang ke arahmu.Setiap pagi saat embun masih membeku,Kau menyiram bunga, menyapa waktu.

Aku adalah perempuan yang membungkus diri dalam diam,Kerapuhan masa lalu membuatku kian karam.Menjadi janda yang malu mengurai senyum,Menyimpan rindu yang tak pernah tercium,

Jarak kita hanya sebatas dinding pembatas rumah,Namun bagiku, ia laksana samudra yang megah,Tak mampu lidah ini mengucap sepatah kata cinta,Sebab takut merusak kedamaian yang ada,

Engkau seorang duda yang tegar melangkah,Aku di sini, wanita pemalu yang sering resah,Memendam kangen di setiap hembusan napas,Mengharap takdir menyatukan dua hati yang cemas,

Biarlah rindu ini kulangitkan dalam doa malam,Mencintaimu dalam sunyi, memelukmu dalam diam.Semoga angin senja menyampaikan debar rasa bini,Kepadamu, tetanggaku yang bertahta di hati

Dua tahun jemari ini gemetar menyentuh layar,Mengetik rindu yang selalu berujung pudar.Namun malam ini, keberanianku telah penuh,Satu pesan terkirim, membuat dada bergemuruh.

Kalimat cinta yang lama terkunci rapat,Kini berpindah ke ruang obrolan dengan cepat.Dua centang biru membuat jantungku berhenti,Menanti jawaban dengan pasrah dan berpasrah diri.

Lalu gawai di genggamanku bergetar pelan,Tulisannya membuat air mata jatuh berderai:”Aku pun menunggu malam ini tiba, tetanggaku,Mari kita bangun rumah baru untuk masa depanmu dan giliranku.

Satu Pesan, Dua Makna,Layar gawai itu menjadi saksi bisu.Saat rahasia dua tahun kubuka satu per satu,Melalui deretan ketikan di aplikasi hijau.

Kulepas semua rasa yang membuat hati risau,Satu helaan napas panjang setelah terkirim.Menanti balasan di bawah langit malam yang dingin,Jawaban darimu datang dengan begitu santun.

Memuji keberanianku yang luruh beruntun, “Terima kasih atas rasa tulus yang kau beri.Namun biarlah kita bertetangga baik seperti ini.”Meski perih, ada lega yang kini kurasa.

Centang Biru yang Menyiksa,Keberanian dua tahun kutumpahkan malam ini.Kukirim pesan bertuliskan ungkapan hati ini,Selesai sudah tugas memendam rasa sendiri.

Kini bola liar ada di tanganmu, wahai sang pencuri hati,Dua centang berubah biru dalam sekejap.Menandakan pesanku telah selesai kau tatap,Namun menit berlalu menjadi jam yang panjangTak ada ketikan balasan yang datang menjelang.

Hanya status ‘Online’ yang timbul dan tenggelam,Meninggalkan janda pemalu ini dalam cekam.Apakah esok saat berpapasan di depan pagar rumah,Kita akan berpura-pura asing dan saling abai dengan ramah.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *