NURJATINEWS.COM – KARAWANG 15 JUNI 2026
Dua tahun lalu, kehidupan Agus bagai kanvas yang kehilangan warna. Status duda yang disandangnya setelah perceraian pahit membuat hari-harinya di sudut kota Karawang terasa hambar dan sepi.
Namun, takdir memiliki caranya sendiri untuk memutar roda nasib. Di tahun pertama kesendiriannya, tidak hanya satu, tetapi dua wanita hadir sekaligus menawarkan pelipur lara.
Keduanya sama-sama pernah gagal dalam pernikahan, keduanya adalah janda yang memahami arti patah hati.Wanita pertama adalah Rodiah Sifatnya lembut, keibuannya menenangkan, dan tutur katanya selalu menjadi penyejuk saat Agus lelah bekerja.
Bersama Rodiah,Agus menemukan kedamaian rumah yang sempat hilang. Sementara wanita kedua adalah Maya. Maya adalah sosok yang dinamis, penuh pesona, dan mandiri.
Bersama Maya, Agus kembali merasakan gairah muda yang meledak-ledak. Hubungan paralel itu awalnya terasa seperti berkah. Setahun penuh Agus menikmati peran sebagai pria paling beruntung, membagi hati dan waktu di antara dua muara tanpa ada yang terluka.
Namun, waktu adalah penguji kesetiaan yang paling kejam.
Memasuki tahun kedua, riak-riak kecil mulai berubah menjadi ombak besar. Rahasia tidak selamanya bisa tersimpan rapi. Rodiah, dengan segala kelembutannya, mulai menuntut kepastian.
Ia tidak ingin lagi menjadi pilihan yang disembunyikan. Di sisi lain, Maya yang peka mulai mencium ketidakjujuran Agus.Kedok Agus yang membagi cinta akhirnya terbongkar.
Hari kejatuhan itu datang berbarengan,Rodiah menemui Agus dengan mata berkaca-kaca, memilih mundur karena enggan berbagi hati dengan wanita lain. Di hari yang sama, Maya mengirimkan pesan singkat namun tegas, ia menolak menjadi bagian dari cinta segitiga yang melelahkan.
Dua tahun petualangan asmara itu runtuh dalam semalam.Agus kini terduduk sendiri di teras rumahnya yang kembali sunyi. Ruang asmara yang dulunya penuh warna kini kosong melompong.
Ia menyadari bahwa keserakahannya berujung pada kehilangan yang mutlak. Kedua janda yang pernah menghidupkan jiwanya telah pergi menjauh, meninggalkan sang duda bersama bayang-bayang penyesalan di ujung malam.
(By Vandamme)



