NURJATINEWS.COM – PURWAKARTA Dedi Mulyadi kembali menegaskan dukungannya terhadap program strategis pemerintah pusat, yakni gentengisasi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dalam kunjungan kerjanya di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini turut dihadiri oleh Bupati Purwakarta beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyambut langsung kehadiran gubernur. Suasana kegiatan tampak ramai, dengan masyarakat yang berharap program tersebut dapat segera terealisasi secara merata.
Dalam pemaparannya, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program gentengisasi merupakan bagian dari kebijakan lanjutan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal. Program ini hadir setelah sebelumnya pemerintah menggulirkan program MBG dan KDMP yang telah berjalan di berbagai daerah.
Ia menekankan bahwa gentengisasi memiliki nilai strategis karena tidak hanya menyasar perbaikan fisik rumah warga, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan usaha para pengrajin genteng tradisional di Purwakarta, khususnya di wilayah Plered yang sejak lama dikenal sebagai sentra produksi genteng.
“Selama beberapa tahun terakhir, para pengrajin genteng mengalami penurunan permintaan yang cukup signifikan akibat bahan baku tanah yang kini bahan gengteng telah habis ada pun luas ladang sawah itu pun sudah tanah arugan dan tanah berganti ada pun sekarang yang masih berlanjut pengrajin gentengisasi tanah terpilih dari yang bagus maupun yang kurang bagus untuk gentengisasi ada juga yang teroplos tanah tersebut namun hasil kurang maksimal masyarakat beralih ke material atap seperti asbes dan bahan modern lainnya.
Hal ini berdampak pada menurunnya pendapatan hingga banyaknya tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan,”
Dengan adanya program gentengisasi, lanjutnya, pemerintah berupaya mengembalikan penggunaan genteng sebagai material utama atap rumah, sehingga permintaan pasar terhadap produk lokal kembali meningkat. Kondisi ini diyakini akan membuka kembali lapangan pekerjaan bagi para pengrajin, buruh produksi, hingga distribusi.
“Ini bukan hanya soal atap rumah, tapi tentang menghidupkan kembali ekonomi rakyat kecil. Ketika genteng kembali digunakan, maka roda ekonomi masyarakat ikut berputar,” tambahnya.
Selain program gentengisasi, Dedi Mulyadi juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program BSPS.
Program ini dinilai sangat tepat sasaran karena memberikan bantuan stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memperbaiki rumahnya secara mandiri menjadi lebih layak huni.
Ia menyebutkan bahwa masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang memadai, baik dari segi struktur bangunan, sanitasi, maupun keamanan. Oleh karena itu, BSPS hadir sebagai solusi konkret untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“BSPS ini sangat penting, karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Rumah yang layak huni bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga berkaitan dengan kesehatan, keselamatan, dan martabat manusia,” jelasnya.
Dedi juga menegaskan bahwa keberhasilan program-program tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Saya mengajak masyarakat untuk ikut mendukung program yang telah diinstruksikan oleh Presiden. Jangan sampai program yang baik ini tidak berjalan optimal karena kurangnya partisipasi. Kita harus gotong royong agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Sementara itu, kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam merealisasikan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Dengan adanya program gentengisasi dan BSPS, diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Kabupaten Purwakarta, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di sektor industri genteng.
Program ini pun diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
(As boton)



