Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

Diduga Minim Pengawasan, Proyek Rehabilitasi SDN Lemahmulya 1 Karawang Sarat Kejanggalan.

51
×

Diduga Minim Pengawasan, Proyek Rehabilitasi SDN Lemahmulya 1 Karawang Sarat Kejanggalan.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 24-08-2025 Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Lemahmulya 1
RT 14/RW 6
Dusun Belendung desa’ lemah Mulya kecamatan Majalaya kabupaten Karawang,yang dikerjakan oleh pelaksana proyek yang beralamat di jalan Surotokunto No. 72, Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Pekerjaan konstruksi yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan justru diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, mulai dari lambannya progres hingga dugaan pelanggaran spesifikasi teknis bangunan.

Berdasarkan pantauan di lapangan serta laporan dari warga sekitar, termasuk sejumlah orang tua murid yang enggan disebutkan namanya, pekerjaan pengecoran sloof dan tiang tidak dilakukan sesuai standar teknis.

Tiang-tiang bangunan diduga tidak sepenuhnya terisi cor beton dan menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi, seperti penggunaan besi berdiameter 10 mm yang dinilai tidak memadai untuk menopang struktur bangunan sekolah.

“Kalau strukturnya seperti itu, sangat rawan roboh kalau terjadi gempa, walau skalanya kecil,” ujar salah satu orang tua siswa yang mengaku resah melihat progres pembangunan tersebut.

Lebih lanjut, pekerjaan konstruksi dengan nilai anggaran mencapai Rp.275.310.000.00 tersebut diduga tidak diawasi secara optimal oleh pihak konsultan pelaksana dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang. Lemahnya pengawasan ini dikhawatirkan membuka celah bagi praktik manipulasi dalam proses pengerjaan proyek.

Proyek rehabilitasi ruang kelas ini seharusnya menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa. Namun, dugaan pelanggaran teknis dan potensi manipulasi ini justru menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan guru saat bangunan mulai difungsikan.

M, Suryadi/Deni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *