Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,BAGINYA,PERNIKAHAN KEDUA HARUS SEMPURNA,AGAR LUKA MASA LALU TAK TERULANG.

3
×

CERPEN,BAGINYA,PERNIKAHAN KEDUA HARUS SEMPURNA,AGAR LUKA MASA LALU TAK TERULANG.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 17 JUNI 2026

Lima tahun pertama adalah masa yang paling melelahkan bagi Danu,Sebagai seorang duda dua anak, ia merasa berhak menetapkan standar tinggi. Ia menyusun daftar kriteria calon istri impiannya,harus pandai memasak, berpendidikan tinggi, anggun, dan mengerti kesibukannya.

Setiap kali teman atau keluarga mengenalkan seorang wanita,Danu selalu menemukan celah. Ada yang kurang rapi, ada yang terlalu cuek, ada pula yang sifatnya dianggap kurang pas.

Kamu mencari malaikat, Danu, bukan manusia,” sindir ibunya suatu sore.Danu hanya tersenyum tipis. Baginya, pernikahan kedua harus sempurna agar luka masa lalu tidak terulang.

Tahun keenam dan ketujuh berlalu seperti angin lalu.Danu mulai jenuh dengan kencan-kencan singkat yang selalu berakhir dengan penolakan darinya. Rumah besarnya terasa makin sepi, sementara usianya terus merayap naik.

Rasa percaya dirinya mulai goyah,Apakah keputusannya untuk terus memilih adalah sebuah kesalahan?Hingga akhirnya, tahun kedelapan tiba.

Sore itu, hujan deras mengguyur kompleks perumahan Taman Griya Permai Ia baru saja pulang kerja dan mendapati selokan di depan rumahnya tersumbat sampah daun. Menggunakan payung seadanya,Danu mencoba membersihkannya. Tiba-tiba, sebuah payung besar ikut menaunginya dari belakang.

Danu menoleh dan mendapati Dani, wanita berparas anggun yang tinggal tepat tiga rumah di sebelah kanannya.Dani adalah seorang janda yang bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Selama ini,Danu hanya sekadar menyapa Dani dengan anggukan sopan saat berpapasan di jalan.”Biar saya bantu pegang payungnya, Pak Danu” ujar Dani tulus, sambil tersenyum ramah tanpa beban.

Melihat senyum itu dari jarak dekat, jantung Danu tiba-tiba berdesir aneh. Sore itu, setelah selokan lancar,Dani mengantarkan semangkuk soto ayam hangat ke rumah Danu. Saat menyantap soto yang luar biasa lezat itu,Danu termenung.

Ia memandangi rumah Dani dari depan rumah, Selama delapan tahun, ia melangkah jauh ke luar kota, menjelajahi aplikasi kencan, dan menemui puluhan wanita asing. Namun, ia tidak pernah menyadari ada sosok sehangat Dani yang setiap hari menyapanya di ujung gang.

Dani tidak masuk dalam daftar kriteria rumitnya, tetapi kehadiran Dani memberikan rasa nyaman yang selama delapan tahun ini ia cari.Danu menertawakan keras kepalanya sendiri.

Jodoh yang ia cari hingga lelah ke mana-mana, ternyata adalah tetangganya sendiri.Tiga bulan setelah sore berhujan itu,Danu memantapkan hati untuk mengetuk pintu rumah Dani, bukan lagi sebagai tetangga yang meminjam perkakas, melainkan sebagai pria yang siap mengakhiri delapan tahun penantiannya

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *