Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

AKU TAK LAGI MEMAKSA,HANYA MELANGITKAN DOA SEPERTIGA MALAM YANG SUNYI.

16
×

AKU TAK LAGI MEMAKSA,HANYA MELANGITKAN DOA SEPERTIGA MALAM YANG SUNYI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 13 JUNI 2026

Tiga tahun sudah waktu merangkak perlahan,Dalam sunyi dinding kamar dan dinginnya malam.Aku memeluk bayang yang telah Tuhan panggil pulang,Menjaga kesetiaan dalam balutan masa kesendirian.

Kini, angin membawa aroma yang berbeda,Menyapa hati yang lama terkunci dalam hampa.Kutemukan sosokmu, wahai duda yang senasib,Yang juga pernah merasakan pedihnya takdir tak terelak.

Sama-sama kita mengeja arti kehilangan,Sama-sama kita tahu beratnya sebuah perpisahan.Namun dari sisa luka yang perlahan mengering,Tumbuh tunas baru yang siap kita rawat seiring.

Masa lalu adalah guru yang mendewasakan kita,Kini, izinkan aku melangkah di sisimu, merajut cerita.Bukan untuk menggantikan kisah yang sudah usai,Melainkan untuk bersama-sama menjemput hari esok yang damai.

Duda yang ditinggal mati, adalah tempat berteduh yang teduh,Paham akan arti komitmen dan cinta yang utuh.Semoga langkah ini diberkahi restu semesta,Dua hati yang terluka, kini bersatu dalam indahnya cinta.

Dua tahun lagi bergulir dalam hitungan waktu,Menggenapkan lima tahun sepi yang membisu.Langkah yang dulu menggebu kini melambat,Berganti pasrah yang tulus, berserah pada hakikat.

Pelangi yang kunanti belum juga bertamu,Sosokmu, sang duda, masih rahasia bagi waktu.Namun hati ini tidak lagi meratap perih,Sebab kini kupahami, takdir-Mu tak pernah keliru.

Aku tidak lagi mengejar atau memaksa,Hanya melangitkan doa di sepertiga malam yang sunyi.Jika memang masanya belum tiba di dunia,Biar kusimpan rindu ini dalam pelukan ilahi.

Lima tahun mengajariku arti ikhlas yang utuh,Bahwa sendiri bukan berarti aku runtuh.Kuserahkan segalanya pada ketetapan yang maha pasti,Menanti dalam damai, hingga saatnya tiba nanti

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *