Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,KISAH CINTA YANG DIMULAI DARI SEPASANG SEPATU DARI RANTAU.

18
×

CERPEN,KISAH CINTA YANG DIMULAI DARI SEPASANG SEPATU DARI RANTAU.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 12 JUNI 2026

Deru mesin jahit dan aroma lem yang menyengat selalu menjadi makanan sehari-hari bagi Muklis.Lelaki kokoh asal Cilacap itu sudah satu tahun merantau di sebuah pabrik sepatu besar di Bekasi.

Baginya, setiap pasang sepatu yang ia rakit adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Namun, Bekasi yang panas kerap kali membuatnya merindukan ketenangan kampung halamannya di pesisir selatan.

Hingga suatu siang di kantin pabrik, takdir mempertemukannya dengan Mawar Gadis dengan senyum sehangat mentari pagi itu baru saja diterima bekerja di bagian pengecekan kualitas (quality control).

Saat mendengar logat bicara Mawar,Muklis langsung tahu bahwa gadis itu juga berasal dari pesisir selatan, tepatnya dari Pangandaran. Jarak Cilacap dan Pangandaran yang bertetangga dekat langsung mencairkan kecanggungan di antara mereka.

Di sela-sela istirahat siang, di antara tumpukan bahan kulit dan derap langkah ribuan buruh, benih-benih cinta mulai tumbuh.Dua tahun lamanya mereka saling mendukung dalam suka dan duka perantauan.

Di saat lelah melanda setelah shif malam yang panjang, senyum Mawar selalu menjadi penawar bagi Muklis. Sebaliknya, ketulusan dan tanggung jawab, Muklis meyakinkan hati Mawar bahwa lelaki ini adalah tempat terbaik untuk berlabuh.

Setelah dua tahun merajut kasih,Muklis akhirnya membawa Mawar ke pelaminan, menyatukan dua keluarga pesisir dalam ikatan suci pernikahan.Waktu berlalu begitu cepat,Kini, beberapa tahun setelah pernikahan itu, rumah kontrakan sederhana mereka di Bekasi tidak lagi sepi.

Kebahagiaan mereka berlipat ganda dengan kehadiran dua orang putri kecil yang cantik dan menggemaskan.Setiap sore, saat Muklis pulang kerja dengan peluh yang membasahi baju, lelahnya langsung sirna begitu pintu rumah dibuka.

Dua pasang kaki mungil berlarian menyambutnya, diikuti senyum hangat Mawar yang masih sama seperti saat pertama kali mereka bertemu di kantin pabrik dulu. Kisah cinta yang dimulai dari sepasang sepatu di tanah rantau, kini telah menjelma menjadi sebuah keluarga yang utuh dan penuh berkah.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *