NURJATINEWS.COM – KARAWANG 07 JUNI 2026
Melangkah jauh dari sejuknya bumi Tasikmalaya,Membawa sisa luka dan asa yang tak pernah sirna.Menyusuri jalanan debu dan bisingnya Karawang,Mencoba merajut mimpi di tengah riuhnya roda kehidupan.
Di antara pabrik-pabrik megah dan cuaca Karawang yang hangat,Langkahku terhenti pada sepasang tatap yang memikat.Seorang duda yang telah setahun memikul sepi,Kini hadir mengukir senyum dan menata kembali mimpi.
Kisah cinta kita bukanlah dongeng tanpa cacat,Namun kasih bersemi dengan perlahan dan cermat.Masa lalu kita berdua adalah guru yang mendewasakan,Kini bersama sang duda, cinta baru kita nyatakan.
Bunga-bunga asmara tumbuh di tanah rantau,Menghapus duka lama yang sempat berkecamuk dan merantau.Di bawah langit Karawang yang kadang teduh kadang gerimis,Kita menyatukan hati, merajut kasih yang manis.
Dua tahun takhta cinta kita bangun bersama,Kini hancur lebur, menyisakan perih yang menjelma.Janji-janji manis di bawah langit Karawang yang hangat,Berubah menjadi badai yang menghujam begitu menyengat.
Satu tahun pertama penuh tawa dan harapan indah,Tahun kedua merambat pelan, membawa luka yang berdarah.Duda yang dulu kukira menjadi pelabuhan terakhir jiwa,Kini berbalik arah, meninggalkan robekan kecewa yang luar biasa.
Sangat menyakitkan melihat semua rencana runtuh seketika,Menyadari kasih yang dijaga ternyata berujung duka semata.Kembali aku terdampar dalam sepi yang teramat dingin,Menangisi sepi di tanah rantau yang tak pernah kuinginkan
Tasikmalaya memanggilku pulang dengan pelukan yang teduh,Menyembuhkan hati yang patah dan jiwa yang runtuh.Biar kutitipkan sisa perih ini pada debu jalanan Karawang,Sebab kisah kita telah usai, tenggelam bersama malam yang panjang.
(By Vandamme)



