Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

AKU HANYA INGIN BAHAGIA,MESKI HARUS BERDIRI SENDIRI.

0
×

AKU HANYA INGIN BAHAGIA,MESKI HARUS BERDIRI SENDIRI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 07 JUNI 2026

Dulu, kuikrarkan janji suci di bawah restu,Berharap bahagia merangkai hari hingga akhir waktu.Namun badai datang, merenggut semua angan,Meninggalkan aku dalam sunyi dan perihnya perpisahan.

Kini, waktu perlahan menyembuhkan luka,Namun hati ini masih menyisakan sisa duka.Banyak kumbang datang menawarkan janji manis,Mengatakan cinta akan menghapus tangis.

Maaf, jika aku kini menjadi peragu,Bukan tak ingin menyulam cinta yang baruTapi ada ketakutan yang teramat dalam.Takut bahtera karam di lautan yang kelam,Aku trauma pada janji yang mudah terucap.

Namun kenyataannya berujung pada gelap,Bagiku, sendiri adalah benteng pertahanan.Daripada bersanding namun berujung penyesalan,Lebih baik hidup damai dalam kesendirian.

Menata sisa mimpi bersama malaikat kecil titipan,Daripada kembali memupuk sebuah harapan.Yang akhirnya menjatuhkan pada jurang kesedihan.

Biarlah cinta pada Ilahi menyembuhkan perih,Menjaga langkah agar tak lagi salah pilih.Aku tak menolak takdir, pun tak juga mencari.Aku hanya ingin bahagia, meski harus berdiri sendiri.

Kuhapus sisa air mata yang sempat jatuh,Kuatkan kaki agar tak lagi bersimpuh.Hidup terus berjalan, tak bisa sekadar meratap,Mulailah kurajut asa di bawah satu atap.

Kupeluk lelah, kubuka pintu warung makan ini,Asap dapur mengepul, menjadi napas baru setiap hari.Beras diaduk, bumbu diulek dengan peluh.

Menjadi hidangan, pengusir rasa jenuh,Setiap suap nasi yang terjual di meja.Adalah bukti aku mampu berdiri tegak bekerjaTak perlu lagi bergantung pada janji lelaki.

Dari warung kecil ini, mandiri kini kunikmati,Letih tubuh ini jadi saksi perjuangan.Mencari sesuap nasi demi masa depan,Ternyata bahagia tak melulu soal pendamping jiwa.

Melihat warung ini ramai, hatiku sudah lega,Biar jemariku kasar karena bekerja keras.Asalkan periuk nasi di rumah selalu beras,Aku janda yang terhormat, teguh berdiri.Menjemput rezeki halal, merajut damai sendiri.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *