Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

MESKI RUMAH KITA TELAH TERBAGI MENJADI DUA,CINTAKU PADA MEREKA TETAP UTUH.

0
×

MESKI RUMAH KITA TELAH TERBAGI MENJADI DUA,CINTAKU PADA MEREKA TETAP UTUH.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 07 JUNI 2026

Malam ini kopi terasa lebih pahit dari biasanya,Di atas meja kayu, terselip surat dari pengadilan agama.Dua buah hati kita tengah lelap dalam mimpi,Tanpa tahu ada badai yang siap menghancurkan hari.

Sudah bertahun-tahun keringatku peras habis,Mengejar angka-angka yang selalu kau anggap belum pantas.Semua peluh dan lelah kuabaikan demi senyumanmu,Namun bagimu, apa yang kuberi tak pernah cukup di matamu.

Dua anak kita adalah amanah yang harus kujaga,Tapi caramu menuntut membuat rumah ini terasa bagai neraka.Bukan aku menyerah pada takdir yang telah digariskan,Hanya saja lelah hatiku menuruti semua ambisi yang kau paksakan.

Bukan kemewahan yang diimpikan oleh dua malaikat kecil kita,Melainkan kedamaian dan kasih sayang yang sederhana.Maafkan aku, wahai istriku yang kucintai di masa lalu,Gugatan ini adalah jalan terakhir agar batin kita tak lagi layu.

Koper-koper kecil dan pakaianku telah berpindah,Ke sebuah kamar kontrakan yang terasa sangat asing dan sepi.Tak ada lagi ketukan pintu atau tawa renyah bocah,Hanya sunyi yang menemani malam-malamku kini.

Dinding di sini putih bersih tanpa coretan krayon mereka,Meja makan kecil ini kini hanya menyisakan satu kursi saja.Setiap sudut mengingatkanku pada pelukan hangat dua buah hati,Yang kini terpisah jarak akibat badai yang tak bisa kita hindari.

Aku melepas status sebagai suami di lembar kertas pengadilan,Namun tak sedetik pun aku melepas peranku sebagai seorang ayah.Biarlah jarak ini memisahkan atap tempat kita berteduh,Asalkan batin anak-anak kita tidak terus-menerus runtuh.

Aku mulai menata sisa hidup dari titik yang paling sunyi,Bekerja lebih keras demi masa depan dua malaikat kecilku nanti.Meski rumah kita telah terbagi menjadi dua cerita berbeda,Cintaku pada mereka tetap utuh, takkan pernah berkurang barang sekilas jua.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *