NURJATINEWS.COM – KARAWANG 24 MEI 2026
Di balik dinding rumah yang mulai sepi,Ada janji yang perlahan pergi menjauh diri.Empat pasang mata menanti kepulangan,Namun langkah kaki terhenti di persimpangan jalan.
Setahun waktu berlalu dalam bayang-bayang,Meninggalkan hangatnya pelukan yang dulu sayang.Sebuah pilihan diambil untuk hidup bersama yang lain,Membiarkan ikatan lama perlahan menjadi jalinan yang lari.
Langkah yang menjauh membawa duka yang mendalam,Mengubah terang hari menjadi sunyi yang kelam.Ada hati yang terluka, ada rumah yang tak lagi utuh,Sebab kasih yang terbagi membuat segalanya runtuh.
Topeng bertopeng akhirnya runtuh tersapu badai,Rahasia setahun kini terbuka, tak lagi landai.Sang istri berdiri tegap menatap kehancuran,Dengan amarah dan luka yang menuntut keadilan.
Seketika nyali sang lelaki ciut mendadak,Melihat rumah tangga yang hampir meledak.Janji manis pada sang janda menguap sirna,Dicampakkan begitu saja tanpa rasa iba.
Kini sang janda tertinggal dalam sepi,Menangisi cinta terlarang yang berakhir perih.Sementara sang ayah memohon di kaki istri,Mencoba memungut sisa hati yang telah mati.
(By Vandamme)



