NURJATINEWS.COM – KARAWANG 24 MEI 2026
Dua tahun telah kita rajut hari,Dalam dunia yang senyap dari cahaya mentari.Aku tak pernah menatap senyum di bibirmu,Pun kau tak pernah melihat air mataku yang jatuh.
Namun cinta kita bukan tentang penglihatan,Melainkan sepasang hati yang saling menggenggam erat.Dua musim berganti dalam gelap yang pekat,Langkah kita seirama, meraba dunia lewat jemari yang hangat.
Kutemukan duniamu dalam suaramu yang merdu,Dan kau rasakan hadirku lewat debar jantung yang syahdu.Bagi dunia, kita adalah sepasang jiwa yang buta,Namun bagi kita, cinta ini adalah cahaya yang paling nyata.
Dua tahun, sebuah keabadian dalam keterbatasan,Di mana rindu tak butuh mata untuk diungkapkan.Biarlah mata kita tak mampu memandang semesta,Sebab cinta kita telah menjadi saksi, bahwa jiwa kitalah yang sempurna.
Dua tahun berganti altar suci,Janji setia kita ikat mati.Kini jemarimu mengenakan cincin,Menepis ragu yang dulu mampir.Tangis kecil memecah sunyi,Malaikat mungil hadir di bumi.Buah cinta dua tahun merindu,Kini hadir di pelukanmu.
Kami tak tahu warna matanya,Pun tak tahu mirip siapa wajahnya.Namun sentuhan jemari mungil itu,Runtuhkan sisa ragu di kalbu.Dua tunanetra menjadi orang tua,Meraba tawa dalam gelap dunia.Anakku, kaulah cahaya paling terang,Di hidup kami yang selalu remang.
(By Vandamme)



