NURJATINEWS.COM – KARAWANG 08 JULI 2026
Empat tahun waktu berjalan,Kuharap cinta temukan pelukan.Tiga janda datang silih berganti,Namun hatiku tetap patah kembali.
Kidung pertama untuk sang kembang desa,Katanya cinta harus sepadan harta.Duda miskin dipandang sebelah mata,Cinta ini pupus tanpa sisa.
Lalu ku beranikan diri pada yang kedua,Janda anggun, tegas, dan berwibawa.Punya trauma masa lalu yang menyiksa,Pintu hatinya terkunci rapat dari dunia.
Ku putuskan singgah pada yang terakhir,Berharap ini cinta yang paling akhir.Ternyata ia masih cinta suami yang telah gugur,Aku pun harus kembali mundur.
Kini aku pasrah dalam sepi,Cinta sejati tak harus memiliki.Biar waktu yang menyembuhkan luka,Duda tegar menerima takdir Sang Kuasa
Tiga tahun sunyi telah ku lewati,Menyembuhkan luka di dalam hati.Tak disangka takdir indah menyapa,Menghapus duka berganti bahagia.
Sesosok gadis hadir membawa terang,Usia dua puluh tujuh, dewasa dan tenang.Ia tak melihat masa laluku yang kelam,Ia bawa damai di kala malam.
Pintu hatinya terbuka lebar,Menerima jiwaku yang sempat terdampar.Tak ada syarat harta ataupun trauma,Hanya ketulusan yang kami punya.
Kini jemari saling bertautan,Masa lalu biarlah jadi kenangan.Hari esok kami siap melangkah,Menuju pelaminan yang penuh berkah.
(By Vandamme)


