NURJATINEWS.COM – KARAWANG 08 JULI 2026
Di warung pojok jalanan desa,Bapak tersenyum dengan gaya biasa.Buku kecil lusuh jadi andalan,Penuh coretan utang saban pekan.
Satu tahun berlalu tanpa rasa malu,Dua tahun berlalu nambah bon baru.Hari berganti hari, bulan berganti bulan,Bapak tetap saja sibuk mencari pinjaman.
Sepuluh tahun berlalu dalam bayang janji,Warung-warung mulai tutup pintu dan benci.Ibu menangis lelah menahan malu,Menutup aurat dari tagihan yang selalu menderu.
Bapak lupa akan satu ajaran agama,Jiwa bergetar terbawa hutang di alam baka.Janji dilunasi esok atau lusa,Tinggal cerita pahit yang tak kunjung usai.
Sepuluh tahun berlalu, beban makin berat,Pintu-pintu rezeki kini terasa tersumbat.Uang yang datang langsung lenyap mengalir,Membayar bunga yang tak pernah berakhir.
Badan yang dulu gagah kini mulai rapuh,Dikejar tagihan, langkahnya tertatih merayap goyah.Pikiran kalut memicu penyakit datang bertamu,Jantung berdebar setiap ada ketukan di pintu.
Sakit-sakitan kini jadi teman setia di kamar,Menyesali hari-hari saat tabiatnya gemar meminjam.Rezeki seret, tubuh ringkih tak berdaya,Meninggalkan sesal atas jalan hidup yang salah.
(By Vandamme)


