Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CINTA ILLAHI JADI SANDARAN HATI,BAHAGIAKU TAK LAGI BERTUMPU PADA LELAKI.

8
×

CINTA ILLAHI JADI SANDARAN HATI,BAHAGIAKU TAK LAGI BERTUMPU PADA LELAKI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 02 JULI 2026

Di batas usia senja yang kian menawan,Lima musim berlalu dalam lamunan.Menanti sosok yang menjadi pelabuhan,Namun sang pangeran tak kunjung datang.

Cermin di kamar terus bersaksi,Ada kerinduan yang tak pernah mati.Ingin ku merajut kasih kembali,Menua bersama, saling menjaga hati.

Ku sandarkan harap pada Sang Pemilik Cinta,Mungkin jodohku sedang disiapkan-Nya.Menyulam kesabaran dalam indahnya doa,Semoga langkahnya segera sampai di depan mata.

Lima tahun sepi ini ku arungi sendiri,Mengeja takdir yang masih misteri.Kucari jiwa yang dewasa dan mandiri,Tuk berjalan bersama beriring kaki.

Wahai pria yang sebaya dalam usia,Yang paham arti tanggung jawab setia.Miliki sandaran hidup yang nyata,Bekerja gigih demi masa depan bersama.

Bukan sekadar kata manis yang kunanti,Tapi bukti nyata dalam peluh dan bakti.Mari bangun rumah tangga penuh arti,Menua bersama dalam rida Ilahi.

Sepuluh tahun total waktu bergulir,Membawa rambutku kian memutih perak.Di usia enam puluh, takdir mengalir,Ku tutup lembar penantian yang sesak.

Tiada lagi resah menunggu yang tak datang,Tiada lagi tanya kapan jodoh bertamu.Kulepas semua harap dengan tenang,Ku ganti sepi dengan damai di jiwaku.

Kini kupilih jalan hidup sendiri,Menikmati sisa usia penuh arti.Cinta Ilahi kini jadi sandaran hati,Bahagiaku tak lagi bertumpu pada lelaki.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *