Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

IA BUKAN LAGI SEKEDAR KEMBANG PAJANGAN,TAPI IBU PERKASA DITENGAH BADAI KEHIDUPAN.

7
×

IA BUKAN LAGI SEKEDAR KEMBANG PAJANGAN,TAPI IBU PERKASA DITENGAH BADAI KEHIDUPAN.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 02 JULI 2026

Di ujung dusun yang tenang dan permai,Duhai kembang desa hadir memukau.Parasmu elok laksana rembulan malam,Senyummu teduh sejukkan alam.

Sudah tiga tahun purnama berlalu,Para jejaka datang membawa rindu.Antre mengetuk pintu hati yang suci,Berharap cinta sudi direstui.

Ada yang datang membawa cerita,Ada pula yang gugup menatap mata.Semua terpikat pesona sang kembang,Dari fajar tiba hingga petang menjelang.

Namun sang bunga tetaplah tenang,Bagaikan embun di pagi yang lengang.Ia tak sombong walau dipuja,Hati yang elok hiasan jiwanya.

Tiga tahun sudah kisah ini tercipta,Menjadi legenda di setiap sudut kota.Siapakah jejaka yang beruntung nanti,Memetik sekuntum cinta suci di hati.

Dua tahun setelah masa pemujaan,Pesta megah menyatukan dua insan.Seorang jejaka berhasil memetik hatinya,Membawa sang kembang ke altar bahagia.

Waktu bergulir memahat cerita,Empat buah hati hadir di dunia.Rumah kecil penuh tawa dan tangis,Mengubah gadis belia menjadi ibu yang manis.

Namun badai datang tanpa permisi,Menghempas kehangatan yang telah terisi.Sang suami pergi meninggalkan rumah,Tanpa pamit, tanpa sepatah kata berpasrah.

Kini sang kembang tegak sendirian,Menepis sepi di tengah malam yang kelam.Empat titipan surga harus ia jaga,Walau sang kekasih entah di mana rimba.

Pesona masa lalu berganti keteguhan,Air mata menjelma menjadi kekuatan.Ia bukan lagi sekadar kembang pajangan,Tapi ibu perkasa di tengah badai kehidupan.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *