Ragam

CERPEN, BUKAN LAGI JARAK YANG MEMISAHKAN KITA,HANYA BEBERAPA LANGKAH,KAU SUDAH ADA.

0
×

CERPEN, BUKAN LAGI JARAK YANG MEMISAHKAN KITA,HANYA BEBERAPA LANGKAH,KAU SUDAH ADA.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 11 JULI 2026

Menyandang status janda sebagai orang tua tunggal bagi anak perempuanya yang berusia empat belas tahun,Devi Baginya, satu tahun ini adalah waktu yang penuh dengan perjuangan emosional. Di siang hari,Devi menjelma menjadi wanita tangguh.

Ia bekerja keras sebagai karyawan perusahaan swasta demi kebutuhan dan masa depan anaknya.Namun, saat malam tiba dan anaknya sudah tertidur pulas, dinding-dinding rumahnya seolah berbisik tentang sepi.

Devi tidak memungkiri bahwa ia butuh sandaran. Selama satu tahun terakhir, ia mencoba membuka hati. Beberapa pria sempat datang mengenalkan diri, namun mundur perlahan saat tahu ia sudah memiliki anak.

Devi tidak peduli,Baginya, siapa pun yang ingin mendampinginya harus mencintai anaknya terlebih dahulu melebihi apa pun.Sore itu, langit di atas Komplek Perum Taman Garden tampak mendung dan mulai gerimis tipis

Devi bergegas menjemput anaknya yang sedang bermain rumah tetangga.sore itu di Perum Taman Garden mendadak hujan turun dengan sangat deras.Devi yang tidak membawa payung langsung mendekap anaknya erat-erat, bersiap menerobos hujan.

Mbak, pakai payung saya saja,” sebuah suara berat terdengar dari arah belakang.Devi menoleh.Seorang pria tegap mengenakan kaos santai berdiri sambil menyodorkan sebuah payung besar.Devi mengenalinya.

Pria itu adalah Purwanto, tetangga yang masih tinggal di gang dan di Blok yang sama hanya berjarak lima puluh meter dari rumahnya. Selama ini mereka hanya saling melempar senyum sopan saat berpapasan di didepan rumahnya.

Rumah kita searah, kan? Biar saya antar sekalian,” lanjut Purwanto ramah.Sepanjang jalan yang basah,Purwanto sengaja memiringkan payungnya ke arah Devi dan anaknya, membiarkan bahunya sendiri basah kuyup oleh air hujan.

Di sela gemercik air,Purwanto mengajak Devi bercanda hingga tawa anaknya itu pecah.Pertemuan tidak sengaja di sore yang basah itu menjadi awal dari segalanya.Langkah kaki seorang janda anak satu yang berjuang sendirian membesarkan buah hatinya, sambil membuka hati mencari pendamping hidup selama satu tahun terakhir.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *