NURJATINEWS.COM – KARAWANG 10 JUNI 2026
Di antara debu kenangan yang berserakan,Aku berdiri terpaku dalam kebisuan.Melihat bahtera yang dulu ku banggakan,Kini karam, menyisakan puing penyesalan.
Hati ini hancur, lebur bersama angan,Yang tersisa hanya sisa-sisa perjuangan.Malam-malam dingin menyapa tanpa pelukan,Aku meraba arah dalam ketidakpastian.
Menatap mata kecilmu yang penuh pertanyaan,Menahan perih di dada demi masa depan.Sebagai ayah, kutelan semua kepedihan,Mengubah duka menjadi sebuah kekuatan.
Perlahan ku kumpulkan kepingan yang tersisa,Merangkai kembali senyuman yang sempat sirna.Tangan kasarku ini mungkin tak selembut ibunya,Namun cinta ini utuh, mengalir tanpa jeda.
Kita bangun rumah ini kembali dari awal mula,Menjadikan kesabaran sebagai pondasi utamanya.Anakku, jangan takut pada badai yang telah lalu,Ayah di sini, menjadi jangkar yang kokoh bagimu.
Dari pecahan hati yang pernah terluka parah,Kita ciptakan pelangi yang jauh lebih cerah.Keluarga kita memang pernah porak poranda,Namun kasih sayang kita kini jauh lebih bernyawa.
Dua tahun telah berlalu menyapu air mata,Waktu perlahan membasuh luka yang sempat menganga.Rumah yang dulu sunyi berselimut duka,Kini riuh kembali oleh tawa yang jenaka.
Puing-puing yang dulu lebur tak bersisa,Telah menjelma menjadi istana penuh cinta.Kulihat jemari kecilmu kini tumbuh tangguh,Tak ada lagi tanya yang membuat hati runtuh.
Kita telah melewati badai yang begitu angkuh,Dan berdiri tegak dengan jiwa yang penuh.Tangan kasarku tak lagi gemetar menahan pilu,Sebab bahagia telah mengganti mendung yang lalu.
Tuhan tidak membiarkan kita selamanya patah,Di atas tanah yang gembur, harapan kembali merekah.Hati yang hancur kini telah selesai merekat,Membawa hikmah dan rasa syukur yang mengikat.
Kita berhasil, Anakku, melewati masa-masa kelam,Menyambut hari baru yang cerah dan tenteram.Aku tak lagi meratapi apa yang telah tiada,Sebab masa depan melambaikan tangan dengan mesra.
Dari seorang duda yang hampir kehilangan arah,Kini menjadi ayah yang hidupnya kembali indah.Keluarga kita telah lahir kembali,Bukan lagi tentang luka, tapi tentang merayakan hari.
(By Vandamme)



