Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,MAS RATMONO MEMBUKA JASA BORDIR SENDIRI,SKALANYA TAK SEBESAR PABRIK DI JAKARTA.

5
×

CERPEN,MAS RATMONO MEMBUKA JASA BORDIR SENDIRI,SKALANYA TAK SEBESAR PABRIK DI JAKARTA.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 24 JUNI 2026

Suara deru konstan mesin bordir komputer selalu terdengar seperti musik bagi Mas Ratmono. Namun, pagi itu di sudut kota Jakarta, musik itu terdengar sedikit berbeda.

Hari itu adalah hari terakhirnya bekerja. Setelah 20 tahun merantau dari Pemalang dan mengabdi sebagai supervisor di pabrik bordir tersebut, tiba saatnya bagi Mas Ratmono untuk pamit.

Dua dekade bukanlah waktu yang sebentar,Mas Ratmono mengenang kembali masa mudanya saat pertama kali menginjakkan kaki di ibu kota.

Bermodalkan tekad besar untuk menghidupi keluarga, ia belajar dari bawah hingga dipercaya memimpin puluhan karyawan. Di bawah pengawasannya, jutaan gulung benang telah berubah menjadi motif-motif indah yang menghiasi berbagai kain.

Ia disegani karena ketegasannya, namun dicintai karena ketulusan hatinya.Lima tahun berikutnya setelah momen perpisahan itu, kehidupan Mas Ratmono memasuki babak baru.

Ia memutuskan pulang selamanya ke Pemalang. Jakarta dengan segala hiruk-pikuknya telah ia tinggalkan, digantikan oleh semilir angin kampung halaman yang menyejukkan jiwa.

Namun, seorang penenun mimpi tak pernah benar-benar berhenti berkarya. Di teras samping rumahnya di Pemalang, kini berdiri dua unit mesin bordir komputer berukuran sedang.

Mas Ratmono membuka jasa bordir sendiri. Skalanya memang tidak sebesar pabrik di Jakarta, namun kepuasannya jauh berkali-kali lipat.

Kini, di masa tuanya,Mas Ratmono tidak lagi dikejar oleh target perusahaan atau kemacetan kota. Ia bekerja dengan ritmunya sendiri.

Jarum digital tetap menari di atas kain, merajut pesanan tetangga dan kerabat, sementara ia bisa menikmatinya sambil menyesap kopi hangat.

Menikmati senja yang tenang, dikelilingi keluarga tercinta,Mas Ratmono sadar bahwa setiap helai benang yang ia rintis selama 25 tahun kini telah mewujud menjadi hamparan kebahagiaan yang utuh

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *