NURJATINEWS.COM – KARAWANG 24 JUNI 2026
Dua tahun kita merajut benang,Kadang erat, kadang juga renggang.Dua tahun kita mengayuh perahu,Di hempas ombak yang ku tak pernah tahu.
Kau datang membawa tawa,Lalu pergi menyisakan jeda.Kau rajut kembali hati yang patah,Hanya untuk menjatuhkannya lagi dengan mudah.
Aku lelah menjadi pelabuhan singgah mu,Yang kau datangi hanya saat ragu.Aku lelah merangkai kata cinta,Yang kau balas dengan perpisahan sementara.
Cukup sudah permainan rasa ini,Dua tahun adalah waktu yang tak sebentar untuk menanti.Kini ku putuskan melepas genggaman ini,Biar ku akhiri siklus sakit yang tak kunjung henti.
Kulepas kau pergi bukan karena benci,Tapi karena lelah harus terus memulai kembali.Cukuplah kenangan putus-nyambung ini,Menjadi pelajaran terberat dalam hidupku ini
Waktu bergulir ke angka tiga,Namun lingkaran hitamnya masih sama.Kau datang lagi ketuk pintu yang sama,Membawa janji manis yang mulai hambar kurasa.
Tiga tahun ku terjebak badai ini,Berputar-putar di labirin sepi.Hari ini, di titik jenuh tertinggi,Ku putuskan langkahku tak lagi kembali
Cukup sudah sandiwara putus dan nyambung,Hatiku bukan jemuran yang terus kau gantung.Tahun ketiga menjadi saksi mati,Bahwa cinta tanpa kepastian harus berhenti.
Ku kunci rapat gerbang yang pernah kau masuki,Bukan karena amarah yang membakar diri,Namun jiwa ini berhak merdeka,Dari cinta semu yang penuh luka.
Selamat tinggal kisah tiga tahun kita,Kulepas semua tanpa ada sisa.Ini akhir yang nyata, bukan jeda sementara.Aku memilih sembuh, dan melangkah berdua dengan waktu yang tersisa.
(By Vandamme)



