Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,DARI SEORANG OPERATOR YANG DULU DIGAJI PER BULAN,KINI MENJELMA JADI PENGUSAHA MAJU.

1
×

CERPEN,DARI SEORANG OPERATOR YANG DULU DIGAJI PER BULAN,KINI MENJELMA JADI PENGUSAHA MAJU.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 16 JUNI 2026

Suara bising mesin bordir komputer meraung memenuhi ruangan pabrik di sudut kota Jakarta. Bagi Mas Doni, suara itu adalah musik harian yang menemaninya selama sepuluh tahun terakhir. Pemuda asal Lampung Timur ini masih ingat betul saat pertama kali menginjakkan kaki di ibu kota Jakarta pada tahun 2006.

Modal nekat, doa orang tua, dan ijazah SMA membawanya terdampar di depan mesin bordir komputer Sebagai operator, tugas Mas Doni berat,Mata dan tangannya harus jeli melihat pergerakan puluhan jarum.Jika seutas benang putus, ia harus cepat menyambungnya agar pola pakaian tidak rusak.

Sepuluh tahun berlalu dalam rutinitas itu.Mas Doni kenyang memakan asam garam dunia bordir komputer. Namun, di tahun kesepuluh, sebuah pemikiran melintas di kepalanya saat menatap mesin Tajima di depannya.

Kalau aku terus jadi operator, nasibku tidak akan berubah. Aku sudah hafal luar dalam mesin-mesin ini. Kenapa tidak kupakai ilmu ini untuk mandiri?” batin Mas Doni.Dengan keyakinan penuh,Mas Doni mengambil keputusan berani.

Ia mengundurkan diri. Bermodalkan uang pesangon dan tabungan yang irit, ia tidak langsung membuka jasa bordir, melainkan melirik peluang lain, jual beli mesin bekas.Mas Doni tahu banyak konveksi kecil membutuhkan mesin berkualitas dengan harga miring.

Tahun-tahun pertama terasa sangat berdarah-darah,Mas Doni berburu mesin-mesin tua yang rusak atau terbengkalai dari pabrik-pabrik yang bangkrut.Dengan tangan yang penuh oli dan peluh, ia membongkar, membersihkan, dan memperbaiki sendiri mesin-mesin tersebut hingga performanya kembali prima.

Ketekunan Mas Doni berbuah manis. Keahlian tekniknya membuat para pembeli percaya. Mesin bekas yang ia jual tidak pernah mengecewakan. Perlahan tapi pasti, bisnis Mas Doni mulai dikenal luas di kalangan pengusaha tekstil di pulau Jawa dan luar pulau jawa.

Sepuluh tahun kedua di Jakarta menjadi saksi transformasi total hidup Mas Doni,Kini, Mas Doni bukan lagi pemuda Lampung Timur yang baju kerjanya penuh noda minyak. Ia adalah pemilik sebuah gudang besar tempat mesin bordir komputer.

Di dalam gudangnya, berjejer rapi puluhan mesin bordir komputer kelas dunia yang siap dikirim ke berbagai daerah. Mulai dari keandalan mekanis mesin Tajima, presisi tinggi dari Jepang dan Barudan, hingga efisiensi teknologi asal Korea,SWF.

Mas Doni kini tidak lagi menjalankan mesin, melainkan mengelola bisnis jual beli yang omzetnya mencapai ratusan juta rupiah.Dari seorang operator yang dulu digaji per bulan, kini ia menjelma menjadi pengusaha maju yang membuka lapangan kerja bagi puluhan orang lain.Mas Doni membuktikan bahwa benang nasib bisa dirajut ulang dengan keberanian dan kerja keras.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *