Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

MAAFKAN AKU ELA,YANG MEMILIH PERGI,BUKAN KARENA CINTAKU DAHULU TAK SUCI.

1
×

MAAFKAN AKU ELA,YANG MEMILIH PERGI,BUKAN KARENA CINTAKU DAHULU TAK SUCI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 31 MEI 2026

Malam-malamku masih dingin, membeku,Di sudut kamar tempat biasa kita bertalu.Setahun berlalu dalam hitungan waktu,Namun bayangmu tak juga beranjak dari kalbu.

Angin malam membawa wangi yang pudar,Kudengar langkahmu di antara mimpi yang sadar.Ke mana kau pergi, oh Ela yang kucinta?Meninggalkan sunyi tanpa sepatah kata.

Setangkai rindu kuletakkan di ambang pintu,Menunggu kepulanganmu menepis ragu.Setahun sudah penantian ini menguji rasa,Akankah takdir membawa kita kembali bersua?Pulanglah, Ela.

Bawakan senyuman yang dulu pernah ada.Sebab di sini, seorang pemuda masih setia,Merajut kembali asa yang sempat tertunda.

Waktu bergulir, musim berganti rupa,Empat kali tahun menutup lembar cerita.Namun ketukan di pintu tak kunjung tiba,Kau tenggelam dalam senyap, oh Ela.

Lelah sudah jemari ini merajut hampa,Menanti bayang yang kian memudar warna.Cinta yang dulu kukira abadi selamanya,Kini gugur, luruh menyatu dengan tanah.

Aku harus menyudahi tangis di sudut kamar,Membiarkan luka ini perlahan memar dan pudar.Sebab hidup egois menuntutku melangkah,Tak mungkin selamanya terkunci dalam patah.

Di taman yang baru, kini aku berdiri,Melihat kelopak lain yang mekar berseri.Kutemukan seuntai bunga pengganti dirimu,Yang sudi hadir dan membasuh piluku.

Maafkan aku, Ela, yang memilih pergi,Bukan karena cintaku dahulu tak suci.Namun hati ini butuh tempat bertumpu,Dan bunga baru ini, kini menggenggam jemariku.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *