Scroll untuk lanjut membaca
Berita

KINI AIR MATAKU JATUH MEMBASAHI BUMI RANTAU,JERIH PAYAHKU KAU BALAS DENGAN LUKA.

3
×

KINI AIR MATAKU JATUH MEMBASAHI BUMI RANTAU,JERIH PAYAHKU KAU BALAS DENGAN LUKA.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 27 MEI 2026

Dua tahun sudah kaki ini berpijak di bumi Hong Kong,Mengais ringgit demi masa depan yang kita rancang.Setiap Ahad di Victoria Park, dudukku hanya termenung,Membayangkan senyummu yang selalu kurindukan.

Kupikir keringatku di sini adalah bukti cinta yang suci,Menahan rindu pada anak dan pelukan hangat malam hari.Namun angin malam membawa kabar yang sangat perih,Tentang rumah kita yang kini telah kau nodai.

Dua tahun aku berjuang menahan dingin dan sepi,Kau di kampung halaman justru bermain api.Teganya kau mendua di atas ranjang yang kita bina,Menghancurkan kesetiaan demi nafsu yang fana.

Kini air mataku jatuh membasahi bumi rantau,Jerih payahku kau balas dengan luka yang menganga.Biarlah kutarik nafasku dalam-dalam di sudut Causeway Bay.Kututup kisah kita, dan kulepas kau pergi bersama dia yang tak bernilai.

Dua tahun sudah kaki ini berpijak di bumi Hong Kong,Mengais ringgit demi masa depan yang kita rancang.Setiap Ahad di Victoria Park, dudukku hanya termenung,Membayangkan senyummu yang selalu kurindukan.

Kupikir keringatku di sini adalah bukti cinta yang suci,Menahan rindu pada anak dan pelukan hangat malam hari.Namun angin malam membawa kabar yang sangat perih,Tentang rumah kita yang kini telah kau nodai.

Dua tahun aku berjuang menahan dingin dan sepi,Kau di kampung halaman justru bermain api.Teganya kau mendua di atas ranjang yang kita bina,Menghancurkan kesetiaan demi nafsu yang fana.

Kini air mataku jatuh membasahi bumi rantau,Jerih payahku kau balas dengan luka yang menganga.Biarlah kutarik nafasku dalam-dalam di sudut Causeway Bay,Kututup kisah kita, dan kulepas kau pergi bersama dia yang tak bernilai.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *