NURJATINEWS.COM – KARAWANG 27 MEI 2026
Gerimis tipis lima tahun yang lalu seperti masih terasa dingin di kulit Miftah Fatoni,Saat itu, tepat di tahun kelima pernikahannya, Miftah duduk di sudut teras rumah perumahan Duren Klari Karawang,dengan ruang tamu tiga kali dua dengan kepala tertumpu di lutut. Di dalam, istrinya sedang menidurkan anak mereka dalam ruangan yang sepi.
Miftah Fatoni menangis tanpa suara,beban ekonomi yang menghimpit dan kegagalan usaha berkali-kali dari usaha coklat, tahu susu, sampai manggot, membuat air matanya bercucuran karena merasa gagal sebagai kepala keluarga.
Namun, setiap kali melihat senyum tulus sang istri yang menerima apa adanya, Miftah Fatoni selalu menyeka air mata itu lalu bangkit lagi. Lima tahun pertama adalah tentang bertahan hidup, menelan gengsi, dan merajut harapan di atas puing-puing air mata.
Waktu berjalan tanpa permisi, membawa keteguhan hati Miftah Fatoni melompati badai demi badai. Berkat doa yang tak putus dan kerja keras yang tak kenal lelah, roda nasib mulai berputar.
Usaha gerai ayam bakar takasimura yang dirintisnya dengan modal seadanya perlahan mulai ramai pembeli, aroma bumbu bakaran khasnya menjadi favorit banyak orang.Tak puas sampai di situ, Miftah Fatoni menyalurkan hobi dan peluang baru dengan membuka toko peralatan pancing dan umpan burung, ayam lengkap, yang sukses menarik komunitas pemancing di kota mereka.
Kedua usaha ini berkembang pesat berkat tetesan keringat dan air mata masa lalu.Sepuluh tahun berlalu sejak malam kelam di teras rumah di Perumahan Duren itu. Kini, Miftah Fatoni berdiri di balkoni rumahnya yang kokoh dan nyaman dengan kendaraan roda empat Expander.
Tidak ada lagi atap bocor atau kecemasan tentang hari esok. Sang istri berjalan mendekat, membawakan secangkir kopi hangat lalu menggenggam jemari Miftah Fatoni yang kini tak sekasar dulu. Miftah Fatoni menatap mata istrinya dengan penuh rasa syukur.
Kesuksesan dari gurita bisnis gerai ayam bakar dan toko peralatan pancing ini bukan hanya tentang materi yang melimpah, melainkan tentang pembuktian sebuah janji setia. Air mata yang dulu bercucuran selama lima tahun pertama kini telah menjelma menjadi senyum abadi yang menghiasi masa depan mereka.
(By Vandamme)



