NURJATINEWS.COM – KARAWANG 18 MEI 2026
Esok, harusnya lonceng gereja berdendang untuk kita,harusnya ada tawa, bunga, dan saksi yang mengamini cinta.Gaun putih ini telah siap membalut tubuhku yang gemetar,namun malam ini, semua impian mendadak pudar.
Kemarin, undangan telah tersebar ke setiap penjuru,membawa kabar bahagia tentang penyatuan dua rusuk ku.Tapi hari ini, badai datang tanpa permisi,mengoyak janji, menyisakan tanya dan perihnya mimpi.
kotak cincin itu tergeletak bisu di atas meja rias,menatapku yang tengah berjuang menahan napas.Gagal sudah langkah kita menuju altar suci,saat takdir berkata lain pada mimpi yang kunanti.
Gaun putih ini, kini hanya menjadi saksi bisu,dari sebuah mahligai cinta yang runtuh sebelum waktu.Tuhan, mengapa badai ini datang tepat di malamku?Saat esok harusnya aku resmi menjadi pendampingmu.
Ku tata kembali kepingan hati yang berserakan di lantai,menghapus sisa air mata yang tak lagi bisa kurangkai.Biarlah malam ini menjadi saksi kedukaan yang mendalam,esok, aku akan melangkah lagi, meski harus melewati malam kelam
Pagi tiba, namun bukan senyummu yang menyambut mataku,melangkah ke altar, ada bayang lain yang menantiku.Kau yang berjanji setia, pergi meninggalkan luka terdalam,namun saudaramu berdiri di sana, mengusir malam yang kelam.
Dia melangkah maju, menggantikan posisimu yang runtuh,demi menjaga kehormatanku, demi hatiku yang hampir luruh.cincin yang sama, kini disematkan oleh jari yang berbeda,sebuah janji baru terucap, di hadapan saksi dan pemuka agama.
Gaun putih ini tak jadi berselimut air mata duka,tuhan mengubah pilu menjadi takdir yang tak disangka.Bukan kamu yang bersanding, melainkan darah daging mu sendiri.
Menjadi pelindung baru,menyembuhkan luka yang sempat terpatri,kini aku berjalan, bukan lagi sebagai pengantin yang terbuang.Ada tangan kekar saudaramu, menggenggam ku penuh sayang,gagal bersamamu, bukanlah akhir dari segala cerita.Melainkan awal bahagia, bersama dia yang dikirim semesta
(By Vandamme)



