Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN, MEREKA KINI TERASA SEPERTI JEMBATAN TAKDIR,GELAR JANDA DIGANTIKAN LEMBARAN BARU YANG PENUH BERKAH.

9
×

CERPEN, MEREKA KINI TERASA SEPERTI JEMBATAN TAKDIR,GELAR JANDA DIGANTIKAN LEMBARAN BARU YANG PENUH BERKAH.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 17 MEI 2026

Dua tahun yang lalu,tidak ada hujan dan tidak ada petir suami Kirana tiba tiba mencerai kan istrinya,status janda melekat seketika.Ia terlempar dalam sepi,fokus hidupnya runtuh, menyisakan rutinitas harian yang hambar di toko kain kecil miliknya.

Gunjingan dan Ketegaran,Ada yang mencibir, ada yang mendesak untuk segera menikah lagi.
Kirana memilih menutup telinga,ia tidak ingin terburu-buru mengobati luka dengan orang yang salah.

Memasuki tahun kedua, Kirana berhenti mencari,ia tidak lagi berdoa meminta jodoh yang tampan atau kaya. “Jika memang ada, dekatkan.Jika tidak, kuatkan hatiku sendiri,” bisiknya di setiap sepertiga malam.

Ia pasrah sepenuhnya pada ketetapan takdir,sore itu hujan lebat mengguyur kota. Seorang pria paruh baya bernama Arga berteduh di teras tokonya.

Baju pria itu basah kuyup.Kirana, didorong rasa kemanusiaan, menyuguhkan secangkir teh hangat.Arga ternyata seorang duda yang ditinggal mati istrinya lima tahun lalu.

Perbincangan sore itu mengalir tanpa sekat,tidak ada gombalan,hanya bertukar cerita tentang ketabahan menghadapi kehilangan.Keduanya menemukan frekuensi yang sama,tanpa proses pacaran yang berbelit.

Arga datang membawa keluarga besarnya tepat di bulan ke-24 kesendirian Kirana.Kepasrahan Kirana berbuah manis,Ia sadar, dua tahun bukanlah waktu yang sia-sia, melainkan waktu yang dibutuhkan semesta untuk mempersiapkan Arga baginya.

Dua bulan kemudian waktu yang sudah ditentukan oleh kedua belah pihak. Arga dengan jas berwarna hitam kemeja putih lengan panjang duduk menjabat tangan penghulu.

Di depan ruang yang sudah disediakan beserta meja, yang tadinya tenang, sunyi,dari meja ada ucapan”Saya terima nikah dan kawinnya Kirana bin almarhum ngadiman dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.

Kalimat kabul bergaung lantang dalam satu tarikan napas.Para saksi berseru sah. Di sudut ruangan,Kirana menangis haru.
Namun, kali ini air matanya terasa hangat dan ringan. Beban berat di pundaknya selama dua tahun mendadak luruh.

Kirana kini tak sendiri lagi,memiliki pelindung,Saat Kirana mencium tangan Arga yang kini resmi menjadi suaminya.Ia berfikir ke tempat tokonya tempat ia biasa melamun,yang menjadikanya tempat itu menemukan jodoh.

Mereka kini terasa seperti jembatan takdir,gelar janda itu telah tanggal, digantikan lembaran baru yang penuh berkah.
Kisah kesendirian yang sepi,kini menjadi kebahagiaan.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *