Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,ILMU AGAMA YANG MENCERAHKAN PIKIRAN,DAN LANTUNAN SHALAWAT YANG MENENANGKAN HATI.

0
×

CERPEN,ILMU AGAMA YANG MENCERAHKAN PIKIRAN,DAN LANTUNAN SHALAWAT YANG MENENANGKAN HATI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 30 MEI 2026

Bagi warga Perum Griya Permai Pucung Karawang, hari Kamis bukan sekadar pergantian hari menuju akhir pekan.Setiap hari kamis adalah hari yang paling dinanti oleh kaum hawa. Sejak pukul satu siang, Aula Masjid Al-Hikmah sudah mulai dipenuhi ibu-ibu berseragam gamis senada.

Di depan ruangan, seorang wanita paruh baya berwajah teduh sibuk merapikan meja dan pelantang suara. Beliau adalah Ustadzah Isna, Ketua Majelis Taklim sekaligus penggerak utama kegiatan keagamaan di Perum Taman Griya Permai.

Tepat pukul empat sore, Ustadzah Isna membuka pengajian. Suaranya yang lembut namun tegas segera menyihir seisi ruangan yang tadinya bising oleh obrolan warga.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…” sapa Ustadzah Isna dengan senyum ikhlas yang khas.Sesi pengajian sore itu berlangsung khusyuk. Ustadzah Isna mengupas ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bahasa yang sederhana dan universal, sehingga mudah dipahami oleh semua jamaah.

Beliau bukan hanya sekadar berceramah, tetapi juga menjadi pendengar yang baik saat sesi tanya jawab. Keluh kesah ibu-ibu tentang persoalan rumah tangga hingga mendidik anak, selalu beliau jawab dengan nasihat bijaksana yang menyejukkan jiwa.

Namun, tugas Ustadzah Isna belum selesai setelah doa penutup pengajian dibacakan. Setelah istirahat sejenak selama lima belas menit, suasana aula masjid berubah dinamis. Ibu-ibu mulai mengeluarkan alat musik rebana dari dalam tas kain mereka.

Ya, selain memimpin majelis taklim, Ustadzah Isna adalah ketua sekaligus pelatih grup qasidah.Ustadzah Isna mengambil posisi di depan,Ketukan jarinya pada rebana utama menjadi komando bagi anggota yang lain.

Tak! Dung! Tak! Dung! Irama kompak mulai bertalu-talu memenuhi ruangan.Saat Ustadzah Isna mulai melantunkan bait pertama salawat dengan suaranya yang jernih, suasana seketika terasa magis.

Nada-nada syahdu yang ia pimpin mengalun indah, membawa kerinduan mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Lewat syair-syair qasidah ini, Ustadzah Isna mengajarkan bahwa dakwah tidak melulu lewat mimbar, melainkan bisa dijalin dengan indah melalui kelestarian seni Islami.

Dua amanah besar dipikulnya dengan penuh dedikasi setiap hari Kamis, jelang maghrib, latihan pun usai. Ibu-ibu pulang dengan wajah berseri-seri, membawa pulang dua bekal sekaligus,ilmu agama yang mencerahkan pikiran, dan lantunan shalawat yang menenangkan hati.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *