Scroll untuk lanjut membaca
Daerah

Tenda Minim Penerang JWI Ajak Cari Solusi Ringankan Pengungsi Banjir Beutong Ateuh

12
×

Tenda Minim Penerang JWI Ajak Cari Solusi Ringankan Pengungsi Banjir Beutong Ateuh

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMJAKARTA Pada kisaran dua bulan sudah, pengungsi terdampak luapan banjir Aceh di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, masih kesulitan menggiatkan aktivitas malam, terlebih pada datangnya bulan Ramadhan 1447 H. Hal ini terjadi di tenda pengungsian Desa Babah Suak yang keadaannya tanpa lampu penerang memadai.

“Pengungsi di sini ada sekitar 300an jiwa. Menghadapi bulan Ramadhan saat ini, mereka masih kesulitan. Para pengungsi di desa tersebut terdiri dari orang tua, ibu-ibu, dan anak-anak yang sangat membutuhkan bantuan. Lebih cepat bantuannya, tentu akan lebih baik.”

Demikian Ungkap Ramadhan Djamil, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Jajaran Wartawan Indonesia (DPN JWI), melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, pada Sabtu (21/02/2026) malam. Ia juga mengemukakan, agar pemerintah tahu maka JWI melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

“Surat terbuka ini sebagai upaya percepatan penanganan dampak banjir. Khususnya, yang saat ini masih kita temukan warga yang kesulitan hidup di tenda pengungsian, antara lain karena keadaannya gelap, tanpa lampu penerang yang memadai; Terlebih, di saat-saat mereka menghadapi bulan Ramadhan karena aktivitas malam hari di bulan puasa dipastikan meningkat,” jelas Ketua Umum JWI.

Lebih lanjut Ramadhan Djamil mengatakan, dalam hal ini JWI juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi guna meringankan penderitaan masyarakat yang masih mengungsi, khususnya di wilayah Kecamatan Beutong Ateuh tersebut.

Banjir yang menghantam Kecamatan Beutong Ateuh telah menghancurkan rumah-rumah warga. Sehingga memaksa mereka mengungsi dan hidup di tenda-tenda pengungsian. Hingga saat ini para pengungsi masih sekitar 300 jiwa yang terpaksa tinggal di tenda.

Ramadhan Djamil kemudian mengemukakan pengharapan, agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi tersebut, terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan ini.

“Semoga bantuan segera tiba. Sehingga, para pengungsi dapat merayakan sekaligus memanfaatkan bulan Ramadhan secara positif, dengan suasana yang lebih baik,” pungkas dan harap dia.

Mungkin sudah banyak diketahui publik, bahwa banjir Aceh, khususnya yang melanda desa-desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya terdapati yang ketinggian luapan airnya mencapai antara 50 centimeter hingga 90 centimeter.

Ada pun warga yang terdampak luapan banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sekitar akhir November tahun lalu, antaranya adalah warga Desa Babah Suak, Desa Blang Puuk, Desa Kuta Teungoh dan Desa Blang Meurandeh.

Bencana yang terjadi di kawasan pedalaman dataran tinggi setempat, telah pula menyebabkan ratusan rumah warga dan sejumlah sarana publik seperti jalan dan jembatan rusak parah. Sehingga, ruas jalan lintas provinsi: antara Nagan Raya-Aceh Tengah juga mengalami rusak serius.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *