Scroll untuk lanjut membaca
Berita

Aktivis Media Fathoni Mengecam Keras Adanya Oknum Guru SMPN. 5 Karawang Barat Menjambak Rambut Siswa.

109
×

Aktivis Media Fathoni Mengecam Keras Adanya Oknum Guru SMPN. 5 Karawang Barat Menjambak Rambut Siswa.

Sebarkan artikel ini

Karawang Jabar, nurjatinews.com

Aktivis Media A Fathoni, SH. Silaturahim ke Kadispora Karawang Drs H . Wawan Setiawan, MM.

 

Karawang,-. Sebagai aktivis Media dan menginginkan agar Dunia Pendidikan di Kabupaten Karawang dan bersaing dengan Kabupaten/Kotamadya baik di Provinsi Jawa Barat maupun tingkat Nasional, dan dapat menghasilkan generasi-generasi yang berprestasi dan jiwa seorang pemimpin.

Fathoni terkejut begitu mendengar adanya berita : Dunia pendidikan di Kabupaten Karawang kembali diguncang kabar tidak sedap. Seorang siswa kelas 7C SMPN 5 Karawang, inisial NF, mengaku trauma hingga enggan masuk sekolah lantaran diduga dijambak oleh gurunya sendiri berinisial ADM saat kegiatan senam.

Sehingga Kasus ini sontak memicu perhatian publik. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang pun akhirnya angkat bicara. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Yanto, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

Fathoni sebagai seorang Aktivis segera menghubungi ketua Forum/MKKS KARAWANG H. Asma lalu minta penjelasan bagaimana respon dari Kepala Sekolah terhadap perkara yang menimpa di sekolahnya yaitu SMPN. 5 Karawang Barat.

Bagi Fathoni jika berita ini benar-benar tejadi di Lakukan oleh oknum Guru maka seharusnya Plt. Kepala Sekolah SMPN. 5 Karawang Barat merespon terhadap perkara yang menimpa siswa didiknya yaitu adanya klarifikasi kepada pihak Media, bukannya No respon terhadap awak media, maka sungguh sangat di sayangkan.

Dikarenakan seorang guru itu memiliki kewajiban mendidik dan membimbing siswa dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan. “Apapun alasannya, tindakan menjambak atau melukai siswa tidak bisa ditolerir,” tegasnya lagi.

Fathoni meminta dengan Sangat Disdikpora Karawang untuk segera memanggil pihak Plt. Kepala Sekolah SMPN. 5 Karawang Barat dan oknum guru tersebut yaitu guru ADM.

Bagi para siswa-siswi Sekolah harus menjadi ruang aman, bukan tempat yang menakutkan bagi anak-anak dalam menimba ilmu.

Sementara itu, keluarga korban hingga kini masih menanti langkah tegas pihak sekolah. Rasa trauma yang dialami NF membuatnya enggan kembali ke bangku kelas, menambah sorotan bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele.

Fathoni berharap semoga permasalahan seperti ini di Dunia pendidikan di Kabupaten Karawang tidak terjadi lagi, dan untuk Oknum Guru jika benar-benar melakukan tindakan yang di duga yaitu Mencambak rambut siswa maka pihak Disdikpora Karawang dapat memberikan sanksi yang sepatutnya.

(Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *