NURJATINEWS.COM – KARAWANG Jawa Barat, Kamis 27 februari 2025 bertempat di sekretariat Gapoktan Muncul jaya desa Pulojaya kecamatan Lemahabang para petani bersama para ketua kelompok tani dan pemerintah desa mengadakan musyawarah dalam rangka mencari solusi demi mensukseskan program ketahanan pangan nasional yang digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto
Dalam gelaran musyawarah ini selain pemerintah desa beserta perangkat dan BABINSA, tokoh masyarakat hadir juga Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Lemahabang bersama para petugas penyuluh lapangan (PPL)
Kepala desa Pulojaya, Solehudin menyampaikan kondisi pertanian dan kendala yang dihadapi oleh para petani di desanya yang sudah 3 kali masa tanam mengalami kegagalan panen dan berharap dengan adanya pertemuan seperti ini bisa mencari solusi agar pada musim tanam kali ini para petani dapat memperoleh hasil panen yang melimpah sehingga tidak lagi mengalami kerugian “Meskipun tiga kali masa tanam mengalami kerugian akibat gagal panen namun kiranya tetap semangat dan yakin untuk masa tanam kali ini ada solusi yang dapat meningkatkan hasil panen ” ujar kepala desa
Sementara itu kepala UPTD Pengelolaan Pertanian kecamatan Lemahabang, H Dedi Suhendi menjelaskan bahwa kondisi lahan sawah saat ini bisa dikatakan sedang tidak baik baik saja ” terangnya setengah berkelakar
Istilahnya PH atau tingkat keasaman tanah akibat residu kimia baik dari pupuk maupun bahan insektisida dan sejenisnya yang selama ini digunakan oleh para petani secara terus menerus mengakibatkan tanah menjadi tandus, dangkal dan sangat rentan terhadap serangan hama dan sebagainya ” lanjutnya menjelaskan
Nah karena kondisi tanah yang sakit yang tidak subur tadi selain mengundang datangnya berbagai penyakit, hama dan sejenisnya juga mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh berkembang secara baik, untuk itu agar tanaman para petani bisa tumbuh subur maka kondisi tanah yang dangkal ini harus dipulihkan agar unsur hara tanahnya cukup dan PH tanah stabil atau normal dikisaran 6,5 atau 7,5 dan untuk itu penggunaan zat zat kimia seperti pupuk kimia, insektisida dan yang sejenisnya agar dikurangi, saya lebih menyarankan agar menggunakan pupuk organik ” terang pak Dedi
Dalam acara yang berjalan secara interaktif inilah yang pada ahirnya mengerucut pada pembahasan program ketahanan pangan yang dicanangkan secara nasional oleh Kepala Negara Republik Imdonesia bapak Presiden Prabowo yaitu demi terwujudnya Swasembada pangan maka minimal 20.% Dana Desa diarahkan untuk sektor pertanian baik nabati maupun hayati secara terintregasi dimana BUMDes diberikan peran sebagai badan usaha yang akan mengelola jasa dan pengadaan barang yang berkaitan dengan pertanian sebagaimana tertuang dalam Permendes No 3 Tahun 2021 dan dipertegas lagi dalam Permendes No 3 Tahun 2025 sebagai juklak dan juknis secara terperinci, jelas, lugas dan detail.
(Red)



