Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

PT Pertamina Dukung Danau Cinta Walahar Karawang Sebagai Tempat Wisata

135
×

PT Pertamina Dukung Danau Cinta Walahar Karawang Sebagai Tempat Wisata

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG Bertempat di danau Cinta Walahar kecamatan Klari kabupaten Karawang Jawa barat pada hari kamis tanggal 29 Agustus 2024 PT Pertamina Unit Cikampek menghadiri kegiatan peresmian danau Cinta dengan program program Ngabedahken Walahar, hadir dalam kegiatan tersebut bupati Karawang,Executive GM PT Pertamina Patra regional Jawa bagian barat Fuel Terminal Manager Cikampek,Bappeda ,aparatur desa Walahar serta para tamu undangan yang lainya

Executive GM Pertamina Patra Regional Jawa bagian barat Deny Dejukardi mengatakan Program ini adalah bukti nyata dari komitmen Pertamina untuk lebih dari sekadar berbisnis,inisiatif ini tidak hanya sebatas menjaga lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan yang sempat mati suri.

Kami ingin melestarikan, mengembangkan, dan memastikan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan kerja kami, tumbuh dengan baik secara lingkungan maupun sosial.

Lebih lanjut Deny Djukardi menjelaskan bahwa kami tidak sekadar berbicara soal pelestarian, “Ngabedahkeun Walahar” juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat setempat. Melalui program ini, Pertamina tidak hanya menjaga ekosistem Danau Cinta, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Dengan hal tersebut, Deny berharap, dengan pengelolaan sampah, pemanfaatan eceng gondok sebagai energi bersih, serta pengembangan UMKM, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat seiring dengan membaiknya kondisi lingkungan.

Harapan Terpendam ‘Kalimati’
Danau Cinta kini tidak hanya menjadi danau biasa. Di sekelilingnya, masyarakat mulai bergerak mengembangkan potensi lokal. Bersama dengan kelompok “Walahar Kreatif”, mereka menjadikan tempat ini sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif. Bukan hanya soal estetika, danau ini juga kini berperan sebagai pusat edukasi lingkungan.

Di tempat yang sama Fuel Terminal Manager Cikampek, Syahwin A. Saleh, turut menambahkan bahwa program ini lahir sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi selama pandemi COVID-19.

Akses terhadap lapangan kerja yang terbatas dan masalah lingkungan di Sungai Citarum menjadi pemicu untuk memulai program ini pada tahun 2020.

“Kami melihat potensi besar di Walahar, dari daya tarik wisata heritage hingga kuliner lokal,” ujarnya.

Syahwin juga yakin bahwa Danau Cinta dapat menjadi contoh bagaimana kolaborasi positif antara perusahaan dan masyarakat bisa melahirkan dampak yang signifikan.

Tidak hanya itu, program ini juga membawa inovasi dalam pengelolaan energi. Salah satu proyek utamanya adalah pemanfaatan eceng gondok yang biasanya dianggap sebagai masalah menjadi solusi energi bersih.

Dengan teknologi yang dikembangkan, eceng gondok diubah menjadi biogas, yang tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca.

(M Suryadi/Sandi Prawira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *