NURJATINEWS.COM – CIREBON 31 Mei 2025 Tragedi tambang longsor yang menelan korban jiwa sudah sering terjadi,para pelaku usaha yang mengedepankan materi tidak sedikit yang menjadi korban penambangan,salah satunya yang terjadi di desa Cipanas kecamatan Duku Puntang kabupaten Cirebon Jawa barat.
Sebanyak 14 korban meninggal dunia akibat kejadian longsor di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat. Sebanyak 13 korban meninggal dalam insiden longsor di Gunung Kuda telah dibawa ke RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. 13 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan kini berada di ruang jenazah rumah sakit tersebut.
Kapolsek Arjawinangun, Kompol Sumairi.SH.M.Si membenarkan bahwa ketiga belas korban tersebut merupakan warga yang menjadi korban dalam peristiwa longsor di Gunung Kuda,sementara yang lainya ditemukan dalam kondisi berikutnya.
Kepala pelaksana BPBD Cirebon Deni Nurcahya menyatakan bahwa kejadian longsor yang terjadi di galian C pertambangan batu kapur ini berlangsung cepat saat para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan.
Para korban yang tertimbun longsor saat ini telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Bahkan dalam insiden ini sejumlah alat berat excavator dan yang saat melakukan kegiatan penambangan turut tertimbun material longsor, proses evakuasi dan pencarian korban pun juga masih terus dilakukan BPBD segera menambah jumlah excavator untuk memudahkan pencarian para korban.
Selain itu juga pihak berwenang juga Tengah menyelidiki penyebab pasti terjadinya longsor dan diduga ada kemungkinan merupakan kelalaian dari dan untuk mengetahui mengenai informasi terkini terkait longsor yang terjadi di Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Dalam hal ini pemerintah provinsi Jawa Barat,Gubernur Jawa Barat telah memerintahkan untuk menutup permanen lokasi tambang yang menelan puluhan korban, rupanya sebelum longsor terjadi dinas Energi dan Sumber daya mineral atau SDM provinsi Jawa Barat sudah memberi peringatan keras kepada pengelola tambang akan tetapi tidak dihiraukan.
kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Provinsi Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan peringatan keras diberikan lantaran metode penambangan tak sesuai karakteristik dinas ESDM Jabar akab berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memasang garis polisi di lokasi tambang,kami menyayangkan sikap pengelola tambang yang selalu mengabaikan peringatan.
Menurut Dedi Mulyadi kedatangannya ke sana jauh sebelum dirinya menadi gubernur Jabar dikatakan oleh Dedi berdasarkan pengamatannya. Kalau itu lokasi galian tambang sangat berbahaya termasuk proses penambangan yang tak memenuhi standarisasi keamanan,dan lokasi tambang mengantongi izin sejak 2020 hingga November 2025 seluas 9,6 hektar.
(Red)



