Scroll untuk lanjut membaca
Pemerintahan

Klarifikasi Karcis Rp 10.000 di TPU Sumurgede digunakan untuk menggaji pengurus makam

513
×

Klarifikasi Karcis Rp 10.000 di TPU Sumurgede digunakan untuk menggaji pengurus makam

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 05 April 2025 Ada beberapa media yang membuat berita tentang pungutan liar di TPU Sumurgede kecamatan Cilamaya Kulon kabupaten Karawang Jawa barat yang menggunakan karcis tanda masuk sebesar Rp 10.000,setelah di konfirmasi kepala desa membantah itu pungutan,uang tersebut untuk biaya parkir Rp 3000 sisanya Rp 7000 untuk menggaji dua petugas kebersihan makam tersebut.

Petugas kebersihan yang merawat makam tidak menerima gajih baik dari ahli waris maupun dari pemerintah desa,maka diambil inisiatif dibuat karcis dengan harga tanda masuk Rp 10.000 yang Rp 3000 untuk parkir yang Rp 7000 untuk pembelian solar pemotong rumput sisanya untuk petugas yang mengurus makam.

Fenomena tersebut bukanlah pungutan liar,karena uang tersebut tidak digunakan untuk keuntungan pribadi melainkan untuk biaya parkir dan merawat makam,wajar kalau cuma Rp 10.000 karena untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi.

Kepala desa Sumurgede Asan Permana menyampaikan bahwa dua orang petugas lepas di TPU Sumurgede dari pemerintahan desa yang membersihkan makam-makam yang berada di TPU tersebut dan mereka tidak ada gajih yang dianggarkan sehingga muncul inisiatif untuk menerbitkan karcis tanda masuk dan para peziarah banyak yang tidak keberatan dan menganggap wajar cuma sepuluh ribu kalau mencapai ratusan ribu itu tidak wajar.

Menurut pantauan media Nurjatinews.com Mariatullah membenarkan adanya karcis Rp 10.000 tapi itu masih batas kewajaran karena uangnya bukan untuk keuntungan pribadi akan tetapi digunakan untuk membersihkan makam dan ini untuk kepentingan bersama bukan untuk kepentingan pribadi jadi bukan pungutan.

Harus diakui suasana TPU Sumurgede pada hari raya idul Fitri peziarah mencapai ratusan dan kondisi makam terlihat bersih dan sangat terawat, hal ini dikarenakan ada dua petugas kebersihan makam dari pemerintahan desa,para peziarah merasa senang dan nyaman dengan kondisi makam yang terawat rapih dan bersih.

(Mariatullah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *