Scroll untuk lanjut membaca
Daerah

Jakarta Diselimuti Polusi: Ternyata Bukan Hanya dari Kendaraan, BBM Juga Bermasalah.

278
×

Jakarta Diselimuti Polusi: Ternyata Bukan Hanya dari Kendaraan, BBM Juga Bermasalah.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMJAKARTA 13 Maret 2025 Jakarta – Ibukota Indonesia, Jakarta, dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Banyak yang menganggap bahwa penyebab utama dari buruknya kualitas udara ini adalah jumlah kendaraan bermotor yang sangat tinggi. Namun, ada satu faktor lain yang sering luput dari perhatian: kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan di Indonesia.

BBM di Indonesia Masih Rendah Kualitasnya

Salah satu penyebab utama polusi udara adalah tingginya kandungan sulfur dalam BBM. Saat ini, Indonesia masih menggunakan bahan bakar dengan standar kualitas rendah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Pertalite (RON 90) → Kandungan sulfur 500 ppm

Pertamax (RON 92) → Kandungan sulfur 400 ppm

Sebagai perbandingan, di Malaysia, standar BBM yang digunakan sudah memenuhi Euro 4, di mana kandungan sulfur maksimal hanya 50 ppm untuk bensin dan 10 ppm untuk diesel. Thailand bahkan telah menerapkan Euro 5, dengan kandungan sulfur jauh lebih rendah.

Semakin tinggi kandungan sulfur dalam BBM, semakin banyak pula gas beracun yang dilepaskan ke udara saat proses pembakaran di mesin kendaraan. Inilah yang memperburuk kualitas udara Jakarta.

Dampak Kandungan Sulfur Tinggi pada Polusi Udara

BBM dengan kandungan sulfur tinggi menghasilkan lebih banyak partikel halus (PM2.5) dan gas beracun seperti SO₂ (sulfur dioksida). Zat ini berkontribusi besar terhadap smog atau kabut polusi yang sering menyelimuti Jakarta.

Efek dari polusi udara akibat kandungan sulfur tinggi ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat:

1. Gangguan Pernapasan → Polusi udara memperburuk kondisi penderita asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

2. Penyakit Jantung → Partikel halus PM2.5 dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

3. Penurunan Fungsi Kognitif → Studi menunjukkan bahwa paparan polusi udara tinggi dalam jangka panjang bisa berdampak pada daya ingat dan kemampuan berpikir.

Kenapa Indonesia Masih Pakai BBM dengan Sulfur Tinggi?

Ada beberapa alasan mengapa Indonesia masih menggunakan BBM berkualitas rendah:

Subsidi BBM → Pemerintah memberikan subsidi besar untuk Pertalite, membuatnya tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun, subsidi ini juga membuat transisi ke BBM yang lebih bersih menjadi lambat.

Keterbatasan Kilang Minyak → Infrastruktur kilang minyak di Indonesia masih belum sepenuhnya mampu memproduksi BBM dengan standar Euro 4 atau Euro 5 dalam jumlah besar.

Regulasi yang Tertinggal → Standar BBM di Indonesia masih berdasarkan Euro 2, sementara banyak negara lain sudah menerapkan Euro 4 hingga Euro 6.

Apa Solusinya?

Untuk mengurangi polusi udara di Jakarta, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

1. Meningkatkan Standar BBM → Pemerintah perlu mempercepat transisi ke BBM rendah sulfur, minimal Euro 4 untuk bensin dan diesel.

2. Modernisasi Kilang Minyak → Investasi di sektor kilang minyak sangat diperlukan agar Indonesia bisa memproduksi BBM dengan kualitas lebih baik.

3. Peningkatan Transportasi Umum → Jika masyarakat memiliki opsi transportasi yang lebih baik, ketergantungan pada kendaraan pribadi akan berkurang.

4. Insentif untuk Kendaraan Ramah Lingkungan → Kendaraan listrik dan hybrid harus lebih didorong agar lebih banyak masyarakat yang beralih ke teknologi yang lebih bersih.

Kesimpulan

Polusi udara di Jakarta bukan hanya akibat jumlah kendaraan yang terlalu banyak, tetapi juga karena kualitas BBM yang masih buruk. Dengan kandungan sulfur yang jauh lebih tinggi dibanding negara-negara tetangga, BBM di Indonesia masih menjadi penyumbang utama polusi. Jika ingin mengatasi masalah ini, pemerintah harus segera meningkatkan standar BBM, mempercepat modernisasi kilang minyak, dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Tanpa langkah nyata, polusi udara di Jakarta akan terus memburuk dan semakin mengancam kesehatan warganya.

(Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *