NURJATINEWS.COM – KARAWANG 09 JULI 2026
Dua puluh tiga tahun lalu kaki melangkah,Meninggalkan Banten, tanah kelahiran penuh berkah,Kang Wawan pergi membawa segenggam harapan.
Menantang nasib di kerasnya kehidupan.Karawang menjadi saksi awal perjuangan,Sukabumi memberi hangatnya kenangan,Hingga Bekasi tempat bertumpu sekian lama.
Meniti hari demi masa depan keluarga bersama.Di depan mesin bordir hari-harinya berlalu,Jemari lincah menuntun benang yang menderu,Menghias kain dengan ketelitian tiada tara.
Mengubah lelah menjadi mahakarya nyata.Sebagai operator, bising mesin adalah lagu,Menemani rindu yang kadang datang membelenggu.
Setiap tusukan jarum yang bergerak cepat,Adalah bukti keringat dan tekad yang kuat.Dua dasawarsa lebih berkalang waktu.
Kesetiaanmu pada profesi tak pernah ragu,Kang Wawan, sang perantau tangguh yang setia,Menganyam takdir lewat benang-benang mulia.
Tahun dua ribu dua puluh tiga menjadi batas,Kang Wawan menyudahi deru mesin yang tuntas,Seragam operator kini telah dia tanggalkan.
Memulai jalan baru yang penuh tantangan.Dari bising pabrik kini beralih haluan,Menjadi agen emping, merajut kemandirian.
Melinjo dikumpul, diolah, dan dipasarkan,Semangat perantau tak pernah padam oleh zaman.Satu ton per bulan kini berhasil digenggam.
Langkah awal yang nyata, mengikis rasa cemas dan kelam,Meski angka belum menjulang ke angkasa,Ini adalah bukti kerja keras yang penuh rasa bangga.
Dari Banten, Karawang, Sukabumi, dan Bekasi,Kini berganti riuh pasar dan negosiasi,Tiap butir emping yang renyah dan gurih.
Adalah buah dari tekad yang bersih.Jangan menyerah, wahai sang pejuang tangguh,Satu ton hari ini adalah awal yang kukuh,Esok atau lusa, pasar akan makin meluas.Membawa berkah melimpah yang tiada terbatas.
(By Vandamme)


