NURJATINEWS.COM – KARAWANG 09 JULI 2026
Dua puluh lima tahun berlalu,Menganyam duka dan bahagia bersamamu.Kini petualangan indah kita terhenti,Oleh sakit yang tak kunjung mengerti.
Tubuh lemahmu kini telah terlelap,Meninggalkan sepi yang begitu senyap.Namun aku tahu ini yang terbaik untukmu,Tuhan lebih sayang pada separuh jiwaku.
Selamat jalan, suamiku tercinta,Kubasuh kepergianmu dengan doa.Perak pernikahan kita menjadi saksi,Cintaku padamu abadi di hati.
Aku ikhlas melepaskan jemarimu,Menuju kedamaian abadi di sisinya.
Dua puluh lima tahun kita searah,Membangun rumah dan usaha penuh berkah.Kau nakhoda yang penuh kasih sayang,Menghadapi badai dengan tenang.
Sakit itu kini telah usai,Sujud terakhirmu telah selesai.Lelaki religius pelindung jiwaku,Kini telah pulang ke sisi Rabb-mu.
Aku ikhlas melepas kepergianmu,Sifat sabarmu kan selalu memelukku.Toko dan keringat yang kita bangun bersama,Menjadi saksi perjuangan kita di dunia.
Selamat jalan, imam terbaikku,Doa tulusku selalu menyertaimu.Semoga kelak Sang Maha Cinta,Menyatukan kita kembali di taman surga.
Dua tahun sudah sunyi ini berteman,Mengalir tenang tanpa ada paksaan.Sempat hati mencoba mencari pengganti,Namun sepi ini ternyata lebih berarti.
Aku memilih jalan sendiri,Menikmati hidup yang damai berseri.Tanpa beban menaruh harap pada manusia,Cukuplah kenangan indah kita yang tersisa.
Menjaga usaha yang kita rintis bersama,Hingga tiba waktu kita bersua.Aku bahagia dalam kesendirian ini,Menunggumu di taman surga yang abadi.
(By Vandamme)


