NURJATINEWS.COM – KARAWANG 02 2026 2026
Pagi buta kau siapkan joran dan umpan,matahari belum terbit, kau sudah tak sabar di depan.Bagimu,strike adalah sebuah kepuasan,bagiku, menunggu di rumah adalah sebuah siksaan.
Kail demi kail kau lempar ke tengah telaga,berharap ikan besar menyambar tanpa jeda.Namun pernahkah kau lihat jam di dinding rumah kita,Ada rindu yang mengering, menunggu belaian mesra.
Jangan biarkan joran itu lebih kau cintai,daripada senyuman dan pelukan sang istri.Ikan-ikan di luar sana tak akan pernah bisa,menggantikan hangatnya kebersamaan di dalam rumah kita.
Pulanglah, suamiku…Cukup sudah kau berdamai dengan waktu,ada hati yang menanti di setiap akhir pekanmu.Bukan sekadar ikan, tapi kebersamaan yang utuh.
Langkah kakimu terdengar di ujung malam,membawa aroma lumpur dan air yang dalam.Kekesalanku yang tadinya memuncak dalam diam,seketika runtuh, berubah menjadi senyuman yang tenteram.
Lima ekor ikan kau jinjing dengan bangga,wajah lelahmu berubah ceria seketika.Ini untuk lauk makan kita,” katamu manja,membuat ego di dadaku mencair tanpa sisa.
Senyumku mengembang bukan hanya karena ikan di tangan,tapi karena melihatmu pulang dengan selamat tanpa kekurangan.
Rasa kesal ku menguap bersama tawa yang kau suguhkan,menyadari bahwa cintamu tetap pulang ke tempat tujuan.
Mari kita bawa hasil buruan mu ke dapur bersama,kau bersihkan sisiknya, aku siapkan bumbu instannya.
Malam ini joranmu boleh beristirahat dengan lega,sebab pancingan mu telah diganti dengan hangatnya keluarga.
(By Vandamme



