NURJATINEWS.COM – KARAWANG 29 MEI 2026
Aku mengejar berita di hiruk-pikuk jalanan kota,Merekam jejak dunia dengan pena yang tak kenal lelah.Kau memahat masa depan di ruang kelas yang sederhana,Menabur benih ilmu dengan senyum yang selalu indah.
Kita adalah dua dunia yang saling bertumbukan.Aku, sang jurnalis Nurjatinews.com yang terikat pada tenggat dan berita kilat,Dan kau,sang guru yang mengajarkan arti sebuah kesabaran,Menuntun langkah anak bangsa agar tak tersesat.
Tiga tahun sudah rajutan kasih ini kita jalani.Bercerita tentang peristiwa dunia di sela waktu istirahatmu,Saling menguatkan di kala lelah menghampiri hari-hari,Menemukan keteduhan dalam setiap jeda langkahmu.
Waktu bergulir cepat dalam ritme yang tak pernah sama,Dunia jurnalis memburu kebenaran di garis depan,Dunia guruku menanam pelita di dalam dada.Namun, di antara sibuk kita, cinta tumbuh penuh perlahan.
Tiga tahun, sayang. Bukanlah waktu yang singkat untuk kita.Kau adalah jeda paling damai di tengah bisingnya duniaku,Dan aku, pendengar setia dari setiap kisah murid-muridmu.Dua profesi yang mengabdi, bersatu dalam satu restu.
Memasuki tahun keempat, dunia kita runtuh seketika.Lonceng sekolah berbunyi, namun tawamu kini telah tiada.Sakit itu merenggutmu cepat, menjauh dari papan tulis,Meninggalkan ruang kelas yang sunyi, penuh air mata menepis.
Kini aku menulis berita yang paling benci kukabarkan.Bukan tentang politik dunia, tapi tentang kehilangan yang mendalam.Penaku gemetar hebat, mengetik nama yang paling kucinta,Seorang guru penyabar yang kini telah berpulang ke surga.
Tiga tahun kebersamaan kini menjadi memori abadi.Murid-muridmu menangis merindukan tutur katamu yang santun.Aku, sang jurnalis, kehilangan kompas dan arah di hati,Menatap kursi kosong tempat biasa kita duduk beruntun.
Selamat jalan, guruku, pelita hidup yang paling terang.Meski ragamu terkubur, jasamu dan cintamu takkan pernah hilang.Di media online Nurjatinews.Com dan halaman depan tabloid Buana Minggu dan di dalam dada yang terus merindu,Namamu tetap abadi, sebagai bab terbaik di dalam hidupku.
(By Vandamme)



