Scroll untuk lanjut membaca
Ragam

CERPEN,TWIN FLAME TIDAK HARUS MENUA BERSAMA,SALING MELEPASKAN AGAR BISA SEMBUH SECARA MANDIRI.

10
×

CERPEN,TWIN FLAME TIDAK HARUS MENUA BERSAMA,SALING MELEPASKAN AGAR BISA SEMBUH SECARA MANDIRI.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 29 MEI 2026

Lelaki itu bernama Suharto.Tiga tahun lalu, dunianya berputar balik saat bertemu Salmi. Pertemuan mereka bukan sekadar jatuh cinta biasa,itu adalah ledakan spiritual.Suharto merasa seperti menatap cermin jiwanya sendiri.

Suharto tahu semua ketakutan terdalam Salmi tanpa perlu diucapkan, dan Suharto memahami setiap luka masa lalu Salmi hanya lewat tatapan mata. Mereka adalah twin flame,dua tubuh, satu jiwa.

Namun, menjadi cermin bagi satu sama lain ternyata sangat melelahkan. Selama tiga tahun, hubungan mereka berubah menjadi lingkaran setan yang melepuh. Mereka saling mencintai dengan intensitas yang membakar, tetapi ego dan trauma masa lalu yang terpantul sering kali memicu pertengkaran hebat.

Hubungan itu menjadi siklus putus-nyambung yang tiada habisnya. Saat bersama mereka saling melukai, namun saat berpisah mereka tersiksa oleh kerinduan yang magis.Malam itu, tepat di tahun ketiga,Suharto duduk di sudut kedai kopi yang sepi.

Di hadapannya, Salmi menangis dalam diam setelah perdebatan panjang yang melelahkan tentang hal yang sama.Suharto menatap tangannya yang bergetar. Dia menyadari satu hal, cinta mereka telah berubah menjadi racun yang pelan-pelan membunuh warasnya.

Suharto menarik napas dalam, merasakan sesak yang luar biasa di dadanya. Kali ini, keputusannya sudah bulat.Salmi panggil Suharto lirih, memotong isak tangis wanita di depannya. “Kita harus berhenti.Salmi mendongak, matanya yang sembab menyiratkan ketakutan yang sama.

“Kita sudah sering melewati ini,Suharto. Kita pasti bisa mencoba lagi, Suharto tersenyum getir, menggenggam tangan Salmi untuk terakhir kalinya. “Tiga tahun, Salmi. Kita terus berputar di badai yang sama.

Aku sangat mencintaimu, bahkan sampai detik ini. Tapi menatap cermin ini terus-menerus justru membuat kita saling merobek dada. Jiwaku lelah, dan aku tahu jiwamu juga hancur.Salmi melepaskan genggamannya perlahan.

Keputusan mundur ini adalah hal terberat yang pernah dia lakukan, tetapi dia tahu ini adalah satu-satunya cara. Twin flame tidak selalu harus menua bersama, terkadang, peran mereka adalah hadir untuk memicu pertumbuhan spiritual, lalu saling melepaskan agar bisa sembuh secara mandiri.

Aku mundur Salmi,Bukan karena aku berhenti mencintaimu, tapi karena aku ingin kita berdua selamat,” ucap Suharto mantap meski air mata mulai menggenang di sudut matanya.Suharto berdiri, meninggalkan cangkir kopinya yang masih hangat, dan berjalan keluar menembus dinginnya malam.

Dia tahu perpisahan ini akan menyisakan lubang besar di hatinya. Namun, seiring langkahnya menjauh, ada kedamaian aneh yang menyusup di dadanya. Dia telah melepas genggamannya, demi memeluk damai yang sesungguhnya.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *