Scroll untuk lanjut membaca
Berita

CERPEN, JAJAT MEMBAYANGKAN ORANG YANG DICINTAINYA,SALMI BERPENAMPILAN SEDERHANA NAMUN TERLIHAT ANGGUN.

1
×

CERPEN, JAJAT MEMBAYANGKAN ORANG YANG DICINTAINYA,SALMI BERPENAMPILAN SEDERHANA NAMUN TERLIHAT ANGGUN.

Sebarkan artikel ini

NURJATINEWS.COMKARAWANG 27 MEI 2026

Tiga tahun lalu, langkah Jajat terhenti tepat di depan pintu rumah Rodiah. Hari itu, pertemuan keluarga yang seharusnya menetapkan tanggal pernikahan justru berubah menjadi ujung dari segalanya.

Rodiah menyebutkan angka mahar yang fantastis, setara dengan seluruh tabungan yang Jajat kumpulkan selama tiga tahun, Sebagai seorang duda,Jajat sadar diri.Dia tidak bisa mempertaruhkan gengsi sebuah pesta pernikahan.

Dengan berat hati, Jajat memilih mundur.Malam itu, di tengah keheningan kamar, dia mengubur impiannya dalam-dalam dalam benaknya Rodiah bukan jodohnya biarkan Waktu berlalu.

Tiga tahun dihabiskan Jajat untuk fokus bekerja untuk kelangsungan hidupnya dan masa depanya, Luka lama itu perlahan mengering, berganti menjadi sebuah penerimaan.

Jajat percaya, jika sesuatu memang ditakdirkan untuknya, jalannya tidak akan serumit itu.Hingga suatu sore di sebuah toko buku, takdir mempertemukannya dengan Salmi.Salmi adalah seorang guru taman kanak-kanak yang sederhana dan pembawaannya tenang.

Kedekatan Jajat mengalir alami, Yang membuat Jajat luluh adalah bagaimana Salmi,ada ketulusan yang murni di matanya, bukan kepura-puraan.Saat hubunganya semakin serius,Jajat memberanikan diri menemui orang tua Salmi.

Jantungnya berdegup kencang, trauma masa lalu membayanginya. Namun, jawaban ayah Salmi justru membuat mata Jajar berkaca-kaca.”Kami tidak mencari harta, Nak Jajat. Cukup jaga Salmi, sayangi dia, dan bimbing dia menjadi istri yang baik.

Itu mahar terbesar bagi kami.”Ketika Jajat bertanya kepada Salmi apa yang di inginkan sebagai maskawin, Salmi hanya tersenyum hangat. “Sebaris doa restu, seperangkat alat shalat, dan janji setia untuk bisa hidup bersama .

Itu sudah lebih dari cukup.”Malam sebelum hari pernikahan mereka, Jajat duduk di teras rumah.Jajat membayangkan Salmi orang yang dicintainya,Salmi yang berpenampilan sederhana namun terihat anggun.

Jajat tersenyum tipis, Badai tiga tahun lalu kini telah berganti menjadi fajar yang begitu cerah. keputusan mundurnya di masa lalu adalah cara Tuhan untuk menuntunnya pada pelukan yang tepat pada hari ini.

(By Vandamme)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *